PENDAHULUAN
Dalam pendidikan banyak
strategi-strategi pembelajaran yang diajarkan demi mencapai sebuah tujuan
pembelajaran yang mudah dipahami oleh peserta didik, dalam makalah ini akan
dijelaskan satu diantara strategi atau bisa disebut dengan media pembelajaran
mengenai strip story.
Strip story tidak hanya cocok dalam
pembelajaran bahasa Indonesia saja tetapi juga cocok untuk pengajaran bahasa
asing seperti Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, ia sedikit berbeda dengan puzzle
tetapi sama-sama menyusun.
Strip story sebagai media yang
menjanjikan kemudahan dalam belajar, tidak hanya itu dengan memakai alat dan
barang yang sederhana siapapun bisa melakukannya tanpa harus mempunyai keahlian
khusus.
Dalam makalah ini anda akan diajak
belajar sambil bermain dengan menggunakan strip story bagaimana
menggunakannya?, mari ikuti tahap demi tahap halaman dalam makalah ini.
PEMBAHASAN
Strip story merupakan media
visualitas yang memerlukan penglihatan siswa dalam menangkap setiap pelajaran,
visualisasi pesan, informasi atau konsep yang akan disampaikan kepada siswa
dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk seperti fhoto, gambar/ilustrasi,
sketsa/gambar garis, grafik, bagan, chart dan gabungan dari dua bentuk atau
lebih. Foto menghadirkan ilustrasi melalui gambar yang hampir menyamai
kenyataan dari sesuatu objek atau situasi, sementara grafik merupakan
representasi simbolis dan artistik sesuatu atau objek atau situasi.
Dalam pembahasan ini akan dijelaskan
salah satu dari media visualitas yang menggambarkan situasi diatas, yaitu strip
story.
1. Strip Story.
A.
Pengertian
Strip Story.
Strip story merupakan
potongan-potongan kertas yang sering digunakan dalam pengajaran bahasa asing.
Di samping murah dan amat mudah untuk dibuat, tekhnik strip story sederhana dan
tidak memerlukan keterampilan khusus untuk menggunakannya.[1]
B.
Manfaat
Strip Story.
Strip
story bisa dibilang media yang mudah, tidak hanya mudah dan sederhana untuk
digunakan tetapi juga salah satu untuk
membuat kegiatan pembelajaran semakin mudah dan menyenangkan. Karena dalam
menggunakan media ini semua sangat berperan baik itu anggota tubuh, teman atau
guru. Sehingga ketika media ini digunakan suasana kelas terasa lebih hidup dan
menyenangkan sehingga peserta didik merasa pembelajaran ini tanpa beban padahal
masih dalam konteks belajar.
C.
Contoh
penggunaan media strip story. (dalam pembelajaran al-qur’an)
1.
Guru
memilih ayat-ayat al-qur’an yang bersambung dengan rapi, yang kira-kira bisa
dibagi rata pada siswa.
2.
Ayat
tersebut diketik atau ditulis diatas kertas karton (kira-kira bisa untuk
dipotong-potong)
3.
Setelah
itu ayatnya dipotong-potong menjadi kepingan-kepingan kertas yang akan
disatukan. (apabila muridnya banyak maka dibagi per kelompok.
4.
Potongan
ayat tadi dibagikan acak kepada siswa
5.
Guru
meminta agar siswa menghapalkan potongan ayat yang tertera di kertas yang telah
dipotong dan dibagikan tadi. (tunggu dua
sampai tiga menit)
6.
Setelah
itu guru memerintahkan siswa untuk mengumpulkan kembali potongan kertas tadi.
7.
Guru
agak diam sejenak hingga kelas agak mulai
tenang
8.
Dipastikan
mereka telah menghafal ayat yang telah dibagikan
9.
Maka
siswa diperintahkan untuk mencari ayat
yang pertama diantara teman-temannya dan mulai menyusun satu demi satu
10.
Setelah
itu guru bisa menyuruh murid untuk menuliskannya kedalam buku
11.
Setelah
tugas-tugas itu dilakukanoleh siswa, guru sebaiknya memperlihatkan ayat-ayat
yang utuh melalui papan tulis dan OHP.
Strip
story dapat digunakan kedalam berbagai mata pelajaran tergantung efektivitas
suatu mata pelajaran, bagi guru PAI bisa dimasukkan kedalam materi-materi PAI
seperti, Qur’an Hadits, Imla, kisah-kisah, fiqh, mahfudzot, Bahasa Arab dan
lain-lain.[2]
Jadi,
pembelajaran ini sangat efektif untuk membangkitkan kembali suasana belajar
siswa karena pembelajaran dengan menggunakan strip story tidak hanya
menggunakan media visual saja tetapi juga membutuhkan gaya kinestetik sehingga
belajar terasa tidak kaku.
2.
Flash Card.
Ada
satu lagi strategi pembelajaran yang menurut saya sama dengan strip story yaitu
flash card mungkin hanya nama saja yang berbeda, strategi flash card adalah
strategi pembelajaran yang mengaitkan konsep pembelajaran dengan gambar dalam
kartu jika strip story menggunakan tulisan maka flash card menggunakan gambar.
Pola
permainan kar tu ini bisa beragam, antara lain pola kwarted, urutan, atau yang
lain. Strategi flash card punya poin dan prosedur sebagai berikut:
a.
Konsep
Konsep adalah materi yang diajarkan kepada siswa, yang biasanya
terdapat dalam silabus. Dalam proses pembelajaran tertentu, contoh: dalam
mengajarkan anak shalat.
b.
Flash
card
Adanya Flash card atau kartu yang berisi gambar atau tulisan
berhubungan dengan konsep. Dalam proses pembelajaran tertentu kartu flash card
berisi prosedur atau tata cara shalat empat rakaat.
c.
Kesimpulan
Kesimpulan adalah aktifitas menyimpulkan devinisi konsep setelah
permainan kartu dilakukan. Seperti siswa diminta untuk simulasi shalat sesuai
dengan permainan kartu.
Multiple
Intelligences Approach
Pendekatan
Multiple Intelligences dalam strategi flash card ini merupakan ranah spasial-visual
dan intra personal. Ranah tersebut akan berkembang bergantung pada prosedur
aktivitas yang dirancang oleh guru.[3]
Sebenarnya
masih banyak strategi dan media lain yang senada dengan strip story yang
sama-sama mengarah pada ranah visual siswa dan disana juga dibutuhkan
intrapersonal siswa dan gerak dalam pembelajaran agar siswa yang cepat bosan
belajar dengan visual bisa teratasi.
Rata-rata
orang yang cendrung belajar dengan visual cendrung dengan sesuatu yang nampak
seperti penampilan, teliti dan detail, biasanya berbicara dengan cepat.
KESIMPULAN
Strip
story adalah media visual yang membutuhkan daya penglihatan untuk mempelajari
suatu materi pelajaran. Strip story merupakan potongan-potongan kertas yang
sering digunakan dalam pengajaran bahasa asing. Di samping murah dan amat mudah
untuk dibuat, tekhnik strip story sederhana dan tidak memerlukan keterampilan
khusus untuk menggunakannya.
Strip story sebagai media yang
menjanjikan kemudahan dalam belajar, tidak hanya itu dengan memakai alat dan
barang yang sederhana siapapun bisa melakukannya tanpa harus mempunyai keahlian
khusus.
Selain strip story ada strategi lain
yang serupa yaitu flash card yang membedakannya hanya tgambar dan tulisan tapi
setidaknya didalam gambar tersebut juga terdapat tulisan-tulisan. Tapi yang
penting adalah strip story maupun flash card sama-sama menggunakan visualitas.
DAFTAR PUSTAKA
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran,
2011, , Jakarta; Rajawali Press
Munif Chatif, Gurunya Manusia,
2011, Bandung; Kaifa





Tidak ada komentar:
Posting Komentar