Blogroll

Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 November 2012

Pengembangan Program Pembelajaran PAI


PENDAHULUAN

Pengembangan program pembelajaran PAI  saat ini dikembangkan kepada:
  1. Program Tahunan
  2. Program semesteran
  3. Silabus pembelajaran
  4. Rancangan Program Pembelajaran
Keempat komponen diatas diperuntukkan untuk melakukan planning terhadap mata pelajaran, seorang guru yang baik adalah guru yang mempersiapkan segala kebutuhan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar baik itu mata pelajaran yang diberikan atau media-media yang dipakai ketika proses belajar mengajar berlangsung, untuk mencapai tujuan atau kompetensi dasar yang telah ditentukan, Dasar pengembangan pembelajaran merupakan desain pembelajaran atau tahun 1975 istilahnya disebut sebagai Prosedur Pengembangan Sistem Pembelajaran (PPSI). Sebagai suatu prosedur, desain pembelajaran dapat diartikan sebagai langkah yang sistematis untuk menyusun rencana atau persiapan pembelajaran dan bahan pembelajaran. Produk dari desain pembelajaran adalah berupa persiapan pembelajaran, silabus, modul, bahan tutorial dan bentuk saran pedagogis lainnya.
Proses pengembangan perencanaan pembelajaran terkait erat dengn unsur-unsur dasar kurikulum yaitu tujuan materi pelajaran, pengalaman belajar dan penilaian hasil belajar.
Pada makalah ini saya akan menjelaskan tentang empat komponen diatas dan apa yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam mengembangkan program pembelajaran.

PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN PAI

Sebelum membahas tentang pemograman kurikulum kedalam program tahunan, program semester, silabus pembelajaran, rancangan program pembelajaran, akan lebih baik lagi jika kita mengetahui apa pengertian dari  “pengembangan program pembelajaran”
• Pengertian Pengembangan
Pengembangan adalah suatu kegiatan yang menghasilkan sesuatu alat atau cara merevisi sesuatu yang telah ada menjadi baik. Selama kegiatan itu dilaksanakan dengan maksud mengadakan penyempurnaan yang akhirnya alat atau cara tersebut dipandang cukup bagus untuk digunakan seterusnya maka berakhirlah kegiatan pengembangan.
• Pengertian Program
Program diasumsikan sebagai rancangan kegiatan selama satu periode atau satu tahun. Menurut kamus besar bahasa Indonesia program adalah rancangan mengenai asas-asas serta usaha-usaha yang akan dijalankan.
• Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Dalam interaksi tersebut banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal yang datang dari dalam diri individu, maupun faktor eksternal yang datang dari lingkungan.
Dalam pembelajaran, tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup tiga hal : pre tes, proses, dan post tes.

  1. Program Tahunan. (Contoh Terlampir)
Perencanaan ini berfungsi sebagai rencana jangka panjang (general long-rang planning) untuk sekolah. Disusun berdasarkan kurikulum yang memberikan bahan-bahan tentang pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi murid pada setiap kelas/tingkat. Setiap Kurikulum berisikan pokok-pokok pelajaran. Kalau kurikulum belum teruraikan maka sebaiknya guru berusaha membuat uraiannya dalam bentuk suatu rencana tahunan, untuk setiap mata pelajaran.
Program tahunan merupakan bagian dari program pengajaran. Program tahunan memuat alokasi untuk setiap pokok bahasan dalam satu tahun pelajaran.
Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan (SK dan KD) yang telah ditetapkan. penetapan alokasi waktu diperlukan agar seluruh kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum seluruhnya dapat dicapai oleh siswa. penentuan alokasi waktu ditentukan pada jumlah jam pelajaran sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku serta keluasan materi yang harus dikuasai oleh siswa
Program Tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, berisi tentang garis-garis besar yang hendak dicapai dalam satu tahun dan dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan program ini perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahun pelajaran dimulai, karena merupakan pedoman bagi pengembangan program-progran berikutnya, yakni program semester, mingguan dan harian serta pembuatan silabus dan sistem penilaian komponen-komponen program tahunan meliputi identifikasi(satuan pendidikan, mata pelajaran, tahun pelajaran) standart kompetensi, kompetensi dasar, alokasi waktu dan keterangan.[1]
Langkah-langkah yang ditempuh ialah:
a.       Menentukan tujuan dari pelajaran tersebut
b.      Menyusun skop pembelajaran berdasarkan tujuan yang akan dicapai.
c.       Mengorganisasikan isi pelajaran dalam bentuk  masalah-masalah atau unit-unit atau unit minat siswa.
d.      Menentukan metode mengajar untuk setiap pokok unit.
Jadi setiap langkah-langkah yang diambil harus mempertimbangkan kebutuhan, minat, abilitas murid-murid yang diajarkan, karena jika itu semuanya sudah sesuai maka tujuan yang diplanningkan dari awal akan segera terwujud.
  1. Program Semester. (Contoh Terlampir)
Program semester ialah program yang berisikan garis-garis mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam satu semester. Program semester ini merupakan penjabaran dari program tahunan.
Pada umumnya komponen-komponen program semester ini yaitu: identifikasi (satuan pendidikan, mata pelajaran, semester, tahun pelajaran), bulan, standar kompetensi dan materi pokok yang hendak disampaikan, waktu yang direncanakan dan keterangan-keterangan.

  1.  Silabus Pembelajaran. (Contoh Terlampir)
  1.  Pengertian Silabus
Istilah silabus dapat didefinisikan sebagai “garis besar, ringkasan, ihktisar, atau pokok-pokok isi atau materi pelajaran” ( Salim, 1987:98). Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat kompenen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar (Yulaelawati, 2004:123).
  1. Isi Silabus
Hubungan kurikulum dengan pengajaran dalam bentuk lain ialah dokumen kurikulum yang biasanya disebut silabus yang sifatnya lebih terbatas daripada pedoman kurikulum. Sebagaimana dikemukakan oleh oleh Mulyani sumantri (1988: 997) bahwa dalam silabus hanya tercakup bidang studi atau mata pelajaran yang harus diajarkan selama waktu setahun atau satu semester. Pada umumnya suatu silabus paling sedikit harus mencakup unsur-unsur:
a.       Kompetensi Dasar
b.      Materi Pembelajaran
c.       Kegiatan Pembelajaran
d.      Indikator Pencapaian Kompetensi
e.       Penilaian: 1. Tekhnik Penilaian, 2. Bentuk Instrumen, 3. Contoh Instrumen.
f.       Alokasi Waktu
g.      Sumber Belajar.
Silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam pengembangan pembelajaran, seperti pembuatan rencana pembelajaran, pengelolaan kegiatan pembelajaran dan pengembangan sistem penilaian.
  1.  Prinsip pengembangan silabus
Silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum dan pengembangan yang berisikan garis-garis besar materi pembelajaran. Beberapa prinsip yang mendasari pengembangan silabus antara lain:  ilmiah, memperhatikan perkembangan dan kebutuhan siswa, sistematis, relevansi, konsisten, dan kecukupan.
  1.  Langkah-langkah Pengembangan Silabus
Secara umum proses pengembangan silabus berbasis kompetensi terdiri atas tujuh langkah utama sebagaimana tercantum dalam buku pegembangan umum pengembangan silabus (Depdiknas, 2004) yaitu:
Penulisan identitas mata pelajaran
  1. Perumusan standar kompetensi
  2. Penentuan kompetensi dasar
  3. Menentukan materi pokok dan urainnya
  4. Penentuan pengalaman belajara
  5. Penentuan alokasi waktu
  6. Penentuan sumber bahan
Standar kompetensi, kompetensi dasar dan materi pokok, sudah disiapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu tugas guru adalah mengembangkan setiap kompetensi dasar tersebut dengan jalan menetukan materi pokok, pengalaman belajar, alokasi waktu dan sumber bahan. Untuk implementasikan di kelas, silabus perlu dijabarkan lagi ke dalam bentuk persiapan mengajar, baik dalam bentuk sampel maupun rencana pembelajaran.

  1. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). (Contoh Terlampir)
  1. Pengertian Perencanaan
  1. Menurut Anderson (1989:47), perencanaan adalah pandangan masa depan dan menciptakan kerangka kerja untuk mengarahkan tindakan seseorang dimasa depan[2]
  2. Johnson (1978) bahwa perencanaaan adalah suatu proses yang mana sistem menyesuaikan berbagai sumber daya yang ada untuk mengubah lingkungan dan kekuatan internal
  3. Dick dan Reiser (1989:3) menjelaskan bahwa rencana pengajaran terdiri dari sejumlah komponen yang jika dipadukan memberikan garis besar  atau panduan bagi penyampaian pengajaran efektif kepada para pengajar.
RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif,inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang  cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Rencana pembelajaran pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan tentang apa yang akan dilakukan. Perencanaan perlu dilakukan untuk mengkoordinasikan komponen pembelajaran yakni: kompetensi dasar, materi standar, indikator, dan penilaian.
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran merupakan implementasi dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pelaksanaan kegiatan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Untuk pengembangan pembelajaran PAI pun harus mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Identitas Mata Pelajaran: 1. Nama Sekolah, 2. Mata Pelajaran, 3. Kelas/Semester, 4. Alokasi Waktu
  2. Standar Kompetensi
  3. Kompetensi Dasar
  4. Indikator
  5. Tujuan Pembelajaran
  6. Materi Ajar
  7. Metode Pembelajaran
  8. Langkah-langkah Pembelajaran: 1. Eksplorasi, 2. Elaborasi, Konfirmasi
  9. Alat/Sumber Pelajaran
  10. Penilaian
  11. Tertanda. (yang mengetahui dari kepala sekolah dan guru yang bersangkutan)
  1. Mengapa diperlukan perencanaan pembelajaran.
Nana Sujana (1989:100) menggambarkan tahapan untuk mendisain pembelajaran.[3]

Rounded Rectangle: KEGIATAN PENGAJARAN
Rounded Rectangle: KURIKULUM


Johnson dkk (1978:51) menegaskan: Tanpa perencanaan, sebuah sistem tak dapat berubah dan tidak dapat menyesuaikan diri dengan kekuatan-kekuatan lingkungan yang berbeda. Karena perencanaan merupakan rancangan sistem yang harus memberikan pertimbangan pada tujuan yang menyeluruh.
Menurut Anderson ada beberapa alasan pentingnya rencana bagi guru yaitu:
a.       Perencanaan dapat mengurangi kecemasan dan ketidakpastian
b.      Perencanaan memberikan pengalaman pembelajaran bagi guru
c.       Perencanaan membolehkan para guru untuk mengakomodasi perbedaan individu diantara murid
d.      Perencanaan memberikan struktur dan arah untuk pembelajaran. Tegasnya, perencanaan memang sangat diperlukan oleh guru.
Menurut penulis, perencanaan pembelajaran itu ibarat peta petunjuk jalan untuk mengantarkan seseorang mencapai tempat yang ia tuju, jika peta tersebut hilang atau tidak ada maka untuk mencapai tempat tersebut ia bahkan bisa tersesat karena tidak ada panduan jalan.

Perbedaan Silabus dan RPP
Silabus
RPP
Silabus merupakan tahapan sistematis rencana materi setiap kali pertemuan dalam satu semester.
RPP merupakan rancangan pembelajaran mata pelajaran per unit yang akan diterapkan guru dalam pembelajaran di kelas. 
Bersisi Pokok-Pokok materi yang akan diajarkan, sub pokok materi pembelajaran, tujuan umum dan khusus materi pembelajaran, media pembelajaran seperti OHP atau projector, diskusi, tugas akhir pembelajaran dan referensi yang digunakan dalam pembelajaran.
Berisi komponen-komponen sebagai berikut:
(1) Standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian hasil belajar.
(2) Tujuan pembelajaran.
(3) Materi pembelajaran.
(4) Pendekatan dan metode pembelajaran.
(5) Langkah-langkah kegiatan pembelajaran.
(6) Alat dan sumber belajar.
(7) Evaluasi pembelajaran.
Kerangka silabus mengacu kepada sistematis yang digambarkan dalam suatu bagan tertentu.
Kerangka RPP mengacu kepada ringkasan materi ajar yang akan diterapkan dalam pembelajaran dengan metode-metode tertentu.
Acuan pokok untuk membuat RPP.
Acuan pelaksanaan pembelajaran.
Rangkuman materi ajar satu pelajaran yang berisi bab-bab selama satu semester
Rangkuman materi ajar satu bab yang berisi satu bab atau sub bab-sub bab materi ajar selama satu atau beberapa kali pertemuan

Persamaan Silabus dan RPP:
1.     Merupakan pegangan guru dalam rangka pengajaran materi di sekolah.
2.     Berisi materi-materi yang diprogramkan dalam kurikulum satuan pendididkan.
3.     Langkah-langkah yang akan diterapkan dalam pengajaran.

Perbedaan Promes dan Prota:
Promes
Prota
Program pengajaran yang dilakukan dalam satu semester dan bila berakhir satu semester maka membuat program lagi.
Program pengajaran yang dilakukan dalam 2 semesteratau satu tahun ajaran dan bila berakhir tahun pelajaran tersebut maka baru membuat program lagi.
Dievaluasi tiap satu semester sekali.
Dievaluasi tiap satu tahun ajaran.
Suatu program  guru untuk melaksanakan program pengajaran dengan terperinci tentang apa yang akan disampaikan dalam satu semester.
Suatu program  guru untuk melaksanakan program pengajaran dengan terperinci tentang apa yang akan disampaikan dalam setahun ajaran yang akan dilaksanakan.
Promes adalah rencana jangka pendek dengan evaluasi yang lebih detail.
Prota adalah rencana jangka panjang dengan evaluasi secara garis besar dengan acuan satu tahun ajaran.


KESIMPULAN
  1. Pengembangan program pembelajaran PAI  saat ini dikembangkan kepada:
a.       Program Tahunan
b.      Program semesteran
c.       Silabus pembelajaran
d.      Rancangan Program Pembelajaran
  1. Program tahunan merupakan bagian dari program pengajaran. Program tahunan memuat alokasi untuk setiap pokok bahasan dalam satu tahun pelajaran untuk mencapai tujuan (SK dan KD) yang telah ditetapkan.
  2. Program semester ialah program yang berisikan garis-garis mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam satu semester. Program semester ini merupakan penjabaran dari program tahunan.
  3. Istilah silabus dapat didefinisikan sebagai “garis besar, ringkasan, ihktisar, atau pokok-pokok isi atau materi pelajaran” ( Salim, 1987:98). Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat kompenen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar (Yulaelawati, 2004:123).
  4. Menurut Anderson (1989:47), perencanaan adalah pandangan masa depan dan menciptakan kerangka kerja untuk mengarahkan tindakan seseorang dimasa depan.





DAFTAR PUSTAKA

  1. http://jujurlahselalu.blogspot.com/2012/04/metodologi-pembelajaran-pai.html
  2. Syafaruddin-irwan Nasution,2005,Manajemen Pembelajaran,cet I, Quantum Teaching, Ciputat.
  3. Syafaruddin Nurdin. 2005. Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum. Quantum Teaching. Ciputat.
  4. Perangkat pembelajaran (Program Tahunan, Program Semester, Silabus, RPP) guru Aqidah Akhlak dan Guru Bahasa Indonesia SMP/DMP Diniyyah Puteri.






[2][2] Syafaruddin-irwan Nasution,2005,Manajemen Pembelajaran,cet I, Quantum Teaching, Ciputat, hal. 91
[3] Syafaruddin Nurdin. 2005. Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum. Quantum Teaching. Ciputat. Hal. 82
Read More »

Selasa, 22 Mei 2012

Kurikulum Pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN

                Sebagaimana kita ketahui kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan dalam suatu sistem pendidikan. Oleh karena itu kurikulum merupakan salah satu alat mencapai tujuan pendidikan dan sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengajaran pada semua jenis dan tingkat pendidikan,
            Tujuan pendidikan di suatu bangsa atau Negara di tentukan oleh falsafah dan pendidikan hiidup bangsa atau Negara tersebut. Berbeda falasafah dan pandangan hidup suatu bangsa dan negara menyebabakan berbeda pula tuujuan yang hendak di capai dalam pendidikan tersbut dan sekaligus berpengaruh pada Negara tersebut, untuk itu perubahan politik pemerintah suatu Negara secara signifikan ikut mempengaruhi pendidikan yang di lakukan dan berimbas pada pola kurikulum senantiasa bersifat dinamis guna lebih menyesuaikan dengan berbagai perkembangan yang terjadi, tanpa harus terlepas dari filosifi atas Negara dan agama masyarakat.         


BAB II
PEMBAHASAN
KURIKULUM DALAM PERSEPEKTIF FILSAPAT PENDIDIKAN ISLAM

A.      pengeertian kurikulum
            Secara etimologi kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu curir yang artinya pelari dan curere yang berarti jarak yang harus di tempuh oleh pelari. Istilah ini pada mulanya di gunakan dalam dunia olahraga yang berarti ‘’a litleracecourse’’( suatu jarak yang harus di tempuh dalam pertandingan olah raga).  Berdasarkan dalam pengertian ini, dalam konteknya dengan dunia pendidikan, memberinya pengertian sebagai ‘’circle of in struction” yaitu suatu lingkaran pengajaran dimana guru dan murid terlibat di dalamnya. Sementara pendapat lain di kemukakan bahwa kurikulum adalah arena pertandingan, tempat belajar bertanding untuk menguasai pelajaran guna mencapai garis penamat berupa diploma,ijazah atau gelar keserjanaan.[1]
            Selain itu ada pula yang berpendapat bahwa kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang di siapkan berdasarkan rancangan yang sistematik dan koordinatif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang di tetapkan.[2]
            Dari beberapa pendapat tersebut, dapat kita ketahui kurikulum pada hakikatnya adalah rancangan mata pelajaran bagi sutu kegiatan jenjang pendidikan tertentu, dan dengan menguasainya seseorang dapat di nyatakan lulus dan berhak memproleh ijazah.

B.      Kerangka dasar kurikulum pendidikan islam
            Filsapat pendidikan islam berdasarkan al-qur’an sebagai sumber utamanya dan otomatis menjadikan al-qur’an sebagai sumber utama dalam penyusunan kurikulumnya. Muhammad fadil al-jamili mengemukakan bahwa, al-qur’an al-karim adalah kitab terbesar yang menjaddi sumber filsapat pendidikan  dan pengajaran bagi umat islam. Sudah seharusnya kurikulum pendidikan islam di susun sesuai dengan al-qur’an  dan al-hadits untuk melengkapinya. Di dalam al-qur’an dan hadits di temukan kerangka dasar yang dapat di jadikan sebagai pedoman oprasional dalam penyusunan kurikulum pendidikan islam, kerangka tersebut adalah:
a.       Tauhid
b.       Perintah membaca.
Sesuai dengan tuntutan al-qur’an, inti kurikulum (intra curi culer) pendidikan islam adalah “tauhid” dan harus di manapaatkan sebagai unsure pokok. Pemantapan kalimat tauhid hendaknya sudah di mulai semenjak bayi di lahirkan dengan memperdengarkan azan dan iqomah terhadap anak yang di lahirkan. Hal ini dapat dilihat hadits dari Husain  bin Ali, bahwa Rasulullah SAW besabda : “ barang siapa yang lahir anaknya, maka azankan ia pada telinga anak, dan iqomatkan ia di telinga kiri anak dan anak di mudharatkan oleh jin”. ( Hadits di riwayatkan dalam kitab ibn al-syumi ).
Kurikulum inti( impra curiculer)  selanjutnya adalah perintah “membaca” ayat-ayat Allah yang meliputi tiga macam ayat yaitu:
a.       Ayat Allah yang berdasarkan wahyu
b.       Ayat Allah yang ada pada diri manusia
c.        Ayat Allah ysng terdapat di alam semesta di luar diri manusia
Firman Allah SWT:
Artinya: bacalah! Dengan menyebut nama tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Dan tuhanmulah yang paling pemurah, yang mengajarkan manusia dengan perantaaan kalam, dia mengajar kepada manusia apa yang tidak di ketahuinya. (QS:1-5)
          Di jabarkan secara cermat, kalimat ayat di atas pada dasarnya mencakup kerangka kurikulum pendidikan islam yang ideal. Jabaran tersebut biasa di lihat dari beberapa indikasi yaitu:
a.       “Bacalah! Dengan menyebut nama Allah yang menciptakan “. Tekanan yang tergantung dalam ayat ini adalah kemampuan membaca dalam yang di hubungkan dengan nama Allah sebagai pencipta.
b.       “Dia menciptakan manusia dari segumpal darah”. Ayat ini mendorong manusia untuk mengintropeksi, menyelidiki tentang dirinya di mulai dari proses kejadian dirinya. Manusia di tantang dan di ransang untuk mengungkapkannya melalui imaginasi maupun pengalaman.
c.        “Bacalah dan Tuhanmulah yang paling pemurah, yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak di ketahuinya”. Motivasi yang terkandung dalam ayat ini adalah agara manusia terdorong untuk mengadakan ekplorasi terhadap alam sekitarnya dengan kemampuan membaca dan menulisnya.
d.      “Dari perintah Allah pada manusia yang tercermin dalam ayat di atas, kemudian di kembangkan dalam ilmu-ilmu yang berhubungan dengan wahyu Allah yang termuat dalam al-qur’an. Selanjutnya di kembangkan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan diri mnusia sebagai makluk ciptaan Allah serta berhubungan dengan alam sekitarnya. Hakikat membaca pada ayat Allah tersebut pada intinya adalah “Tauhid”. Di sinilah letaknya kurikulum pendidikan islam, sebab menurut islam semua ilmu pengetahuan datng dari Allah, tetapi cara penyampaiyannya ada yang lang lansung dari Allah , dan ada pula melalui pemikiran manusia serta pengalaman indra yang berada satu sama lain.
C.      Dasar penyusunan kurikulum pendidikan islam
            Kurikulum sebagai salah satu komponen penddidikan sangat berperan dalam mengantarkan pada tujuan pendidikan yang di harapkan, untuk itu kurikulum merupakan kekuatan utama yang mempngaruhi dan membentuk peruses pembelajaran. Kesalahan dalam penyusunan kurikulum akan menyebabkan kegagalan suatu pendidikan dan penzoliman terhadap peserta didik.
            Al-Syaibany memberikan kerangka dasar yang jelas tentang kurikulum tentang Islam yaitu:
a.       Dasar agama. Dasar ini hendaknya menjadi ruh dan target tertinggi dalam kurikulum. Dasar agama dalam kurikulum pendidikan islam jelas di dasarkan pada al-qur’an, al-sunah dan sumber-sumber yang bersipat furu’ lainnya.
b.       Dasar falsafah. Dasar ini memberikan pedoman bagi tujuan pendidikan islam secara filosifis, sehingga tujuan, isi dan organisasi kurikulum mengandung suatu kebenaran dan pandangan hidup dalam bentuk nilai-nilai yang di yakini sebagai suatu kebenaran, baik di tinjau dari segi ontology, epistimologi maupun eksiologi.
c.        Dasar psikologis. Dasar ini memberikan landasan dalam perumusan kurikulum yang sejalan dengan cirri-ciri perkembangan psikis peserta didik, sesuai dengan tahap kematangan dan bakatnya, memperhatikan kecakapan pemikiran dan perbedaan perorangan antara satu peserta didik dengan lainnya.
d.      Dasar social. Dasar ini memberikan gambaran bagi kurikulum pendidikan islam yang tercermin pada dasar social yang mengandung cirri-ciri masyarakat islam dan kebudayaannya, baik dari segi pengetahuan, nilai-nilai ide, cara berfikir dan adat kebiasaan, seni dan sebagainya. Sebab, tidak ada suatu masyarakat yang tidak berbudaya dan tida ada suatu kebudayaan yang tidak berada pada masyarakat. Kaitannya dengan kurikulum pendidikan islam sudah tentu kurikulum harus mengakar pada masyarakat perubahan dan perkembangan.   
D.     Prinsip-prinsip kurikulum pendidikan islam
            Kurikulum pendidikan islam, selain harus berlandaskan pada dasar-dasar yang telah di kemssukakan di atas, juga harus menganut perinsip-perinsip yang harus yang akan mewarnai  sebuah kurikulum.
Untuk mencapai tujuan islam yang di harapkan, maka sudah barang tentu kurikulum yang di pormulasikannyapun harus mengacu pada dasar pemikiran Yang islami.[3]
            Al-saybany dalam hal ini menyebutkan tujuh perinsip kurikulum pendidikan islam yaitu:
a.       Perinsip peraturan yang sempurna dengan agama, termasuk ajaran dan nilai-nilainya. Setiap bagian yang terdapat dalam kurikulum, mulai dari tujuan, kandungan, metode mengajar, cara-cara perlakuan, dan sebagainya harus berdasar pada agama dan akhlak islam yakni harus terisi dengan jiwa agama islam, keutamaan, cita-cita,dan kemauan yang baik sesuai dengan ajaran islam.
b.       Perinsip menyeluruh ( universal ) pada tujuan-tujuan dan kandungan-kandungan kurikulum, yakni mencakup tujuan membina akidah, akal, dan jasmaninya, dan hal lain bermanfaat bagi masyarakat dalam perkembangan spiritual, kebudayaan, social,ekonomi politik termasuk ilmu-ilmu agama, bahasa dan kemanusiaan, fisik, praktis, propesional, seni rupa dan sebagainya.
c.        Perinsip keseimbangan ysng relatif antara tujuan-tujuan dan kandungan kurikulum.
d.      Perinsip keterkaitan antara bakat, minat, kemampuan-kemampuan, dan kebutuhan belajar. Begitu juga dengan alam sekitarnya  baik yang bersifat fisik maupun  social  dimana pelajar itu hidup dan berintraksi.
e.       Perinsip pemeliharaan perbedaan-perbedaan individual di antara para pelajar, baik dari segi minat maupun bakatnya.
f.        Perinsip penerima perkembangan dan perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan tempat.
g.       Perinsip keterkaitan antara berbagai mata pelajaran dengan pengalaman-pengalaman  dan aktifitas yang terkandung dalam kurikulum.[4]


BAB III
KESIMPULAN

            Secara harfiah kurikulum berasal dari bahasa latin curiculum yang berarti bahan pengajaran. Ada pula yang mengatakan kata tersebut berasal dari bahasa perancis courier yang berarti berlari.
            Dasar kurikulum pendidikan islam. Menurut al-saybanay memberikan kerangka dasar yang jelas tentang kurikulum islam yaitu:
a.       Dasar agama
b.       Dasar falsapah
c.        Dasar psikologis
d.      Dasar sosial
Menurut al-syaibany, prinsip-prinsip yang mendekati acuan kurikulum pendidikan islam, meliputi:
a.       Berorientasi pada islam
b.       Perinsip menyeluruh
c.        Perinsip keseimbangan
d.      Perinsip-perinsip intraksi antara kebutuhan peserta didik
e.       Perinsip pemeliharaan perbedaan-perbedaan individual antar peserta didik, baik perdaan dari segi bakatnya.
f.        Perinsip penerima perkembangan dan perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan tempat.
g.       Perinsip keterkaitan antara berbagai mata pelajaran dengan pengalaman-pengalaman dan aktifitas yang terkandung dalam kurikulum.


DAFTAR PUSTAKA

Nata Abuddin, filsapat pendidikan Islam, Gaya Media Pratama , Jakarta : 2005.
Ramayulis, filsafat pendidikan Islam, Kalam Mulia, Jakarta : 2010.
Al-Rasyidin, filsafat pendidikan Islam,Jakarta : 2005.



























[1] Al-rasidin Nizar, filsafat pendidikan islam (Jakarta,2005), h 55
[2] Abuddin Nata, filsafat pendidikan islam ( Jakarta,2005), h 175
[3] Rahmayulis, filsapat pendidikan islam (jakarta, 2010)
[4] Abuddin Nata, op.cit, h 180


Read More »