Blogroll

Minggu, 28 Agustus 2016

Kumpulan adab-adab


KESIMPULAN MATERI ADAB

A.     Keutamaan belajar
        Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

B.      Landasan Tema Adab
Landasan tema adab adalah dalil yang menjadi acuan untuk  menggunakan adab dan akhlak yang baik
QS. Al Ahzab 21 
21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. (dihafalkan beserta artinya)

C.     Keutamaan belajar
1.        Menempati kedudukan yang paling tinggi dalam agama‘yŠ
 Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
2.       Akhlak merupakan penyempurna iman
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
" orang-orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya”
3.       Timbangan kebaikannya akan semakin berat
مَا مِنْ شَيْئٍ أَثْقَلُ فِي مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمُ الْقِيَامَةِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ
“tidak ada sesuatu yang dapat memperberat timbangan (kebaikan) seorang mukmin pada hari kiamat selain kebaikan akhlaknya”
4.      Pengantar ke syurga
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah mudahkan baginya jalan menuju syurga”
5.       Memperoleh cinta dan kedekatannya dengan nabi
6.       Sebaik-baik warisan
Sesungguhnya seorang yang mempunyai adab dan akhlak yang baik maka ia memperoleh sebaik-baik peninggalan para nabi dan rasul serta orang-orang sholeh sebelum kita.

D.    Adab Bersalaman

Ucapan salam adalah penghormatan malaikat untuk penduduk syurga, syariat islam sudah ada sejak Nabi Adam, lafazh sudah disempurnakan dan tidak boleh ditambah dan diubah.

1.        Mengucapkan “Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuhu” dan dijawab      dengan yang sama atau lebih baik (QS. Annisa’ 86).

2.       Bersalaman , anak kepada orang tua/guru, untuk ikram boleh mencium tangan.

3.       Posisi tubuh anak  saat menyalami  tidak boleh lebih tinggi dari orang tua/guru yang disalami, jika orang tua sedang duduk, maka anak kitapun harus membungkukkan tubuhnya.

4.      Disunnahkan anak melafazkan Do’a kebaikan untuk orang tua/Gurunya dan orang   tua/ Guru balas mendo’akan kebaikan untuknya

5.       Laki-laki dan wanita tidak diizinkan bersalaman , dilatih sejak usia 7 tahun

6.       Urutan lebih awal mengucapkan “salam” adalah :

a.       Orang yang lebih muda mengucapkan salam kepada yang lebih tua
b.      Pejalan kaki mengucapkan salam kepada yang duduk
c.       Pengendara sepeda mengucapkan salam kepada pejalan kaki (dan seterusnya)
d.      Orang yang lebih sedikit, mengucapkan salam kepada yang lebih banyak
e.       Orang yang berpamitan terlebih dulu mengucapkan salam kepada orang yang tinggal


E.     Tas Sekolah dan Alat Tulis

1.        Menjaga dengan baik tas sekolah sesuai fungsinya
2.       Tidak memasukkan sesuatu yang basah kedalam tas
3.       Mengkhususkan alat tulis untuk belajar disekolah dan tidak memakainya untuk bermain-main
4.      Tas adalah penyimpanan bagi seseorang , maka tidak diizinkan membuka, mengambil sesuatu  kedalam tas milik orang lain tanpa mendapatkan  izin
5.       Tas ditempatkan digantungan , dirak atau disebuah tempat yang aman dari jalanan, tidak boleh meletakkan tas tergeletak di sembarangan
6.       Alat tulis senantiasa ada dalam tas, sehingga saat dibutuhkan tidak sulit mencarinya ketempat lain
7.       Alat tulis digunakan sesuai kebutuhannya dan menuliskan segala yang bermanfaat
8.       Alat tulis yang berserakan segera dipungut kembali agar tidak terlihat remeh . meremehkan alat tulis berkesan meremehkan ilmu


F.     Adab Terhadap Sepatu dan Sendal

1.        Sandal, sepatu dan alas kaki digunakan sebagai pelindung kaki dan menunjukkan kemuliaan orang yang mengenakannya, dalam kelaziman para ahli hadits, orang yang tidak mengenakan alas kaki maka berita darinya diragukan, itu menunjukkan bahwa alas kaki menambah kemuliaan diri
2.       Sederhana dalam bersepatu, simple dan tidak menyilitkan kita saat dipakai, berjalan bahkan berlari
3.       Tidak mengenakan sandal/sepatu milik orang lain tanpa seizinnya
4.      Santri sangat dipuji jika menemukan sandal/sepatu gurunya atau temannya yang tidak tertata dengan baik, membaguskan letaknya (tidak justru menendang, menginjaknya atau melemparkannya sebagai mainan), sikap ini sebagai bukti ikram kepada Mu’alim/Mu’alimah, dan ikut memelihara harta milik saudaranya
5.       Sandal atau sepatu yang berlumpur, terlebih dahulu dibersihkan secara sempurna baru ditata diatas rak yang disediakan
6.       Sandal dan sepatu tidak digunakan untuk menendang batu, kerikil, melempar binatang dan dijadikan pengganjal
7.       Diletakkan ditempat yang aman dari injakan dan orang yang berlalu lalang
8.       Saat melepas sandal/sepatu tidak boleh menginjak sandal orang lain atau menumpuknya dengan sandal kita, sehingga membuat kotor sandal orang lain
9.       Saat akan menggunakan sandal atau sepatu, Islam mengajarkan agar  terlebihdahulu diperiksa kedalamnya, apakah ada binatang berbahaya yang bersembunyi sehingga saat memasukkan kaki kita, dia akan langsung menyengat
10.    Ucapakan kalimat bismillah pada kali pertama menyorongkan kaki
11.      Saat berada dalam safar, boleh hanya mengusap sepatu yang tertutup keseluruhannya untuk berwudhu’, dengan syarat sepatu kita kenakan saat kita selesai berwudhu’, sepatu tidak lengket benda yang najis

G.    Adab ke kamar mandi

1.        Membaca do’a sebelum masuk kamar mandi
Doá sebelum masuk ke kamar mandi
اَلَّلهُمَّ إِنِّ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثَ
2.       Menutup kepala
3.       Memakai alas kaki
4.      Masuk dengan mendahulukan  kaki kiri
5.       Tidak berbicara di dalam kamar mandi
6.       Jongkok ketika buang air
7.       Menyiram kloset sebelum dan sesudah buang air
8.       Mendahulukan kaki kanan saat keluar kamar mandi
9.       Membaca do’a ketika keluar kamar mandi
غُفْرَانَكَ

H.    Adab makan dan minum

1.        Mencuci tangan sebelum makan
2.       Membaca doá sebelum makan
بِسْمِ اللهِ
بِسْمِ اللهِ فِيْ أَوَّلِهِ آخِرِهِ     jika lupa baca doá sebelum makan
3.       Makan dan minum dengan tangan kanan
4.      Mengambil makanan terdekat
5.       Tidak makan & minum sambil berdiri
6.       Memungut makanan yang jatuh
7.       Tidak mencela makan
8.       Tidak meniup makan
9.       Menahan sendawa
10.    Tidak makan ketika perut masih kenyang
11.     Menjilat jari setelah makan
12.    Mencuci tangan setelah makan
13.    Membaca do'a setelah makan
اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنِيْ هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلَا قُوَّةٍ

I.       Adab majlis
Dalam adab majlis didalamnya terdapat beberapa adab yaitu:
ü  Adab murid terhadap dirinya
ü  Adab murid terhadap ilmunya
ü  Adab murid terhadap gurunya
Ini semua dijelaskan secara global kepada murid dengan menggabung semua adab dalam adab majlis.
1.        Mengawali belajar dengan berwudhu, dan meuruskan niat untuk belajar
2.       Membaca doá sebelum belajar
3.       Duduk dengan sopan dan tidak memeluk kedua kaki dengan tangan
4.      Menyimak dengan baik setiap perkataan ahli ilmu (muallim/ah, orang tua dsj)
5.       Memberi isyarat tangan (dengan cara mengangkat tangan) jika ingin bertanya atau meminta izin
6.       Muwajjahah, menghadapkan wajah kearah guru
7.       Menunjukkan rasa berterima kasih kepada guru
8.       Mengulangi setiap apa yang diminta oleh guru untuk mengulanginya
9.       Membaca doá kaffarotul majlis



Read More »