Blogroll

Minggu, 14 Oktober 2012

The Power of Lazy

Ingat dengan kata-kata lazy? Ya!!! Itu adalah empat huruf yang sangat dominan dan sangat berpengaruh pada manusia, dia bisa menghancurkan segalanya, bahkan ia bisa disebut sebagai virus mematikan yang pernah ada, siapapun bisa terinfeksi dengan virus semacam ini, taukah anda ia tidak memandang apakah tubuh anda sedang sehat atau bahkan anda terkena penyakit sekalipun.

Jadi jangan pernah sekali-kali mengabaikan virus ini, karena ia berpotensi menyerang siapapun, lazy alias malas sangat dominan terjadi pada siswa, karyawan bahkan atasan sekalipun. 

Lazy bisa menghancurkan segalanya, oleh sebab itu ini perlu diantisipasi lebih dini, ketika anda merasa anda telah dihinggapi dengan virus semacam ini, maka segeralah untuk mengobatinya yaitu dengan cara bangkit dan merefresh kembali tujuan dan target anda selama ini, karena tidak ada dokter yang lebih ahli dalam bidang ini kecuali diri anda sendiri, para spesialis (orang tua, guru, motivator) hanya bisa memberi resep tapi yang sangat menentukan adalah diri anda sendiri. 

Anda perlu menerapi diri anda sendiri karena virus ini bisa datang setiap saat, tak peduli siapa anda, apa provesi anda, jangan sampai segalanya hancur dan terbangkalai hanya dengan empat kata ini.

Menurut penelitian, kebiasaan malas merupakan penyakit mental yang timbul karena kita takut menghadapi konsekuensi masa depan. Yang dimaksud dengan masa depan ini bukan hanya satu atau dua tahun kedepan tetapi satu atau dua menit dari sekarang. Contohnya saja ketika Anda malas dari bangun, Anda akan berkata dalam hati: “Satu menit lagi saya akan bangun”, tetapi kenyataannya barangkali Anda akan berlama-lama di tempat tidur sampai akhirnya anda merasa siap untuk kesekolah atau tempat aktivitas anda.

Sayangnya, menunda-nunda pekerjaan pada akhirnya akan mengundang stress karena mau tidak mau satu saat Anda harus mengerjakannya. Di waktu yang sama Anda juga mungkin punya banyak pekerjaan lain. Sehingga pekerjaan anda menumpuk.

Dalam beberapa hal, Anda pun mungkin akan kehilangan momen untuk berkembang ketika Anda mengatakan “tidak” terhadap sebuah kesempatan –Anda malas bertindak karena bayangan negatif tentang hal-hal yang memberatkan didepan.

Ganti “Kapan Selesainya” dengan “Saya Mulai Sekarang”

Anda seorang pelajar atau seorang pegaawai? Jika Anda dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, Anda sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu. 

Katakan setiap kali Anda bekerja: “Saya mulai sekarang”. Cara pandang ini akan menghindarkan Anda dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan. Anda membuat sederhana tugas didepan Anda dengan bertindak positif. Fokus Anda hanya pada satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada saat yang sama.  tanpa anda sadari pekerjaan itu terselesaikan sedikit demi sedikit sehingga anda tidak merasa berat dalam mengerjakannya, tidak seperti anda menumpuknya bahkan kadang anda harus lembur untuk mengerjakan pekerjaaan yang menumpuk.

Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Butuh”

Berpikir bahwa Anda harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan Anda menjadi malas mengerjakannya. Anda akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut.
Satu tip yang bisa Anda gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya” dengan “saya butuh untuk  mengerjakannya”. Cara pikir seperti ini akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa Anda tidak harus melakukan pekerjaan yang Anda tidak mau.

Anda mau mengerjakan tugas karena memang Anda ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain. Anda selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya pilihan Anda sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. Intinya adalah tidak ada seorang pun di dunia ini yang memaksa Anda melakukan apa saja yang Anda tidak mau lakukan.

Anda Bukan Manusia Sempurna

Berpikir bahwa Anda harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa Anda dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya Anda mungkin akan malas memulainya. Anda harus bisa menerima bahwa Anda pun bisa berbuat salah dan tidak semua harus sempurna.

Dalam konteks pekerjaan, Anda punya kesempatan untuk melakukan perbaikan berulang kali. Anda selalu bisa negosiasi dengan boss Anda untuk meminta waktu tambahan dengan alasan yang masuk akal. Mulai pekerjaan dari hal yang kecil dan sederhana, kemudian tingkatkan seiring dengan waktu. Berpikir bahwa pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna akan membuat Anda memandang pekerjaan tersebut dari hal yang besar dan rumit.

Oleh karena itu agama Islam juga “melek” lho sama yang namanya sifat malas karena syetan adalah musuh manusia yang selalu mengganggu manusia untuk senantiasa malas. Berikut ini adalah doa agar terhindar dari rasa malas:

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

“Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).” (HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706)







1 komentar: