TATA KALIMAT
1 PENGERTIAN KALIMAT
Kalimat ialah suatu bagian ujaran yang
berdiri sendiri dan bermakna dan diakhiri oleh intonasi akhir. Sebuah kalimat
sekurang-kurangnya memiliki subjek dan predikat. Banyak hal yang dapat kita
persoalkan mengenai kalimat bahasa Indonesia. Beberapa hal yang patut
memperoleh perhatian kita sehubungan dengan upaya kita untuk memahami struktur
kalimat adalah
(1) alat uji kalimat
(2) ciri-ciri unsur kalimat
(3) pola kalimat
(4) kalimat majemuk.
BAB V
2 ALAT UJI KALIMAT
Apakah sebuah tuturan, baik lisan maupun
tulis, merupakan sebuah kalimat atau baru merupakan sebuah gabungan kata
(frasa)? Untuk menghasilkan kalimat-kalimat yang benar, kita perlu
memperhatikan syarat-syarat penyusunan kalimat. Set iap kalimat sekurang-kurangnya
memiliki predikat. Suatu kata atau kelompok kata dapat berfungsi sebagai
predikat jika dapat disertai kata benda atau kelompok kata benda yang mempunyai
relasi predikat.
3. CIRI-CIRI UNSUR KALIMAT
Apakah tuturan yang kita hasilkan
memenuhi syarat sebagai kalimat? Salah satu syaratnya adalah kelengkapan unsur
kalimat, yaitu subjek, predikat, objek, keterangan, pelengkap.
1. Subjek
Subjek (S) adalah bagian kalimat yang
mennjukkan pelaku, sosok (benda), sesuatu hal, atau masalah yang menjadi pangkal/pokok
pembicaraan. Subjek dapat diketahui dari jawaban atas pertanyaan siapa atau apa
predikat.
Contoh:
a.
Mahasiswa
mengerjakan tugas makalah.
b.
Meja
direktur besar
c.
Ayahku sedang melukis
d.
Membangun
jalan layang sangat mahal
2. Predikat
Prediket (P) adalah bagian kalimat yang
memberi tahu, melakukan (tindakan) apa atau keadaan bagaimana subjek (S),
sesuatu yang dinyatakan oleh P dapat pula mengenai sifat, situasi, status, ciri
atau jati diri S.
Predikat dapat diketahui dari jawaban
atas pertanyaan bagaimana atau mengapa subjek.
Contoh:
1.
Mahasiswa
menyusun skripsi.
2.
Ibu
sedang tidur siang.
3.
Putrinya
cantik jelita.
4.
Kota
Jakarta dalam keadaan aman.
5.
Kucingku
belang tiga.
3.Objek
Objek(O) adalah bagian kalimat yang
melengkapi P (Prediket). Letak objek (O) selalu dibelakang P. Objek dapat
menjadi subjek dalam kalimat pasif. Objek hanya terdapat pada kalimatyang
predikatnya berupa kata kerja transitif.
Contoh:
a.
Mahasiswa
itu mengemukakan masalahnya.
b.
Masalahnya
dikemukakan oleh mahasiswa itu.
c.
Arsitek merancang bangunan
d.
Jhon Smith membeli barang antik.
4. Pelengkap
Pelengkap
(pel) atau komplemen adalah bagian kalimat yang melengkapi prediket (P). Letak
Pel umumnya di belakang P yang berupa verba.Pelengkap tidak dapat menjadi
subjek sebab tidak dapat dipasifkan.
Contoh:
-
Mereka
belajar matematika dengan sungguh-sungguh
-
Banyak
orsospol berlandaskan Pancasila.
-
Pamanku
membelikan anaknya rumah mungil
5.
Keterangan
Keterangan (ket) adalah bagian kalimat
yang menerangkan berbagai hal tentang
bagian kalimat yang lainnya. Unsur ket dapat berfungsi menerangkan S,P,O, dan
Pel. Posisinya bersifat nama suka, dapat di awal, di tengah, atau di akhir
kalimat.
Berdasarkan naknanya, terdapat bermacam-macam Ket dalam kalimat
yaitu keterangan tempat, waktu, alat, tujuan, cara, penyetara, simulatif, penyebaban
dan kesalinagan.
Posisi keterangan dapat berpindah-pindah
di depan, tengah, atau akhir kalimat.
Contoh:
-
Mereka
belajar di perpustakaan.(ket.
Tempat)
-
Rustam sekarang sedang belajar (ket. Waktu)
-
Lia memotong roti dengan pisau (ket. Alat)
-
4 POLA DASAR KALIMAT
(1.a) Kalimat Dasar Berpola S-P (P1 KK)
- Mereka pulang.
- Semua peserta datang.
(b) Kalimat Dasar Berpola S-P (P2 KB)
- Dia mahasiswa.
- Ayahnya pengusaha.
(c) Kalimat Dasar Berpola S-P (P3 KS)
- Mahasiswa di sini pandai-pandai
- Gedungnya tinggi-tinggi.
(2) Kalimat Dasar Berpola S-P-K
- Presiden berasal dari Jawa Tengah.
- Kalung itu terbuat dari emas.
(3) Kalimat Dasar Berpola S-P- Pel.
- Negara RI berdasarkan Pancasila.
- Kantor kami kemasukan pencuri
(4.a) Kalimat Dasar Berpola S-P-O (P1 KK
transitif)
- Mahasiswa membuat makalah.
- Wartawan mencari berita.
(b) Kalimat Dasar Berpola S-P-O- Pel (P1
KK dwitransitif)
- Ayah mengirimi saya uang.
- Presiden menganugerahi para pahlawan tanda jasa.
(5) Kalimat Dasar Berpola S-P-O-K
- Mereka mengadakan penelitian di luar kota.
- Para mahasiswa mengikuti KKN di daerah .
5 KALIMAT MAJEMUK
Kalimat dapat dibedakan menjadi dua
macam, yakni (1) kalima tunggal (kalimat yang hanya terdiri atas satu kalimat
dasar) dan (2) kalimat majemuk (kalimat yang sekurang-kurangnya terdiri atas
dua kalimat dasar). Kalimat majemuk terdiri atas kalimat majemuk setara, kalimat
majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk rapatan.
1.
Kalimat
Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara memiliki dua
kalimat dasar atau lebih. Kalimat ini ditandai dengan kata penghubung
intrakalimat yang menyatakan kesetaraan, misalnya: dan, tetapi, sedangkan,
serta, namun, lalu, kemudian, atau.
Contoh: Gempa dan tsunami menggoncang Pantai Pangandaran dan rumah-rumah
hancur.
Kepala Negara mengemukakan sambutannya kemudian beliau menyerahkan
bantuan kepada para korban
2.
Kalimat
Majemuk Taksetara (Bertingkat/Subordinatif)
Kalimat majemuk taksetara
sekurang-kurangnya terdiri atas dua kalimat dasar sebagai unsur langsungnya.
Satu dari kalimat dasar itu merupakan induk kalimat dan satunya lagi merupakan
anak kalimat. Jadi, kalimat majemuk taksetara terdiri atas induk kalimat dan
anak kalimat. Induk kalimat dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal, sedangkan
anak kalimat tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal. Kata
penghubung yang dapat digunakan untuk kalimat majemuk setara, antara lain,
sebagai berikut:
Jika kalau apabila andaikata Ketika waktu setelah sebelum Supaya
agar sebab karena Walaupun sekalipun
biarpun bagaimanapun
Contoh: Dia datang ketika saya sedang tidur.
Meskipun usianya sudah lanjut, semangat belajarnya tidak pernah
padam.
3
Kalimat Majemuk Lesapan (Rapatan)
Kalimat majemuk lesapan adalah kalimat
majemuk yang mengalami pelesapan unsur-unsur kalimat yang sama. Unsur yang dimaksud
hanya dimunculkan satu kali.
Contoh:
-
Saya
datang terlambat sehingga saya tidak dapat mengikuti kuliah
pertama.
-
Saya
datang terlambat sehingga … tidak dapat mengikuti kuliah pertama.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar