Blogroll

Selasa, 22 Mei 2012

Tata Kalimat


TATA KALIMAT

1 PENGERTIAN KALIMAT
Kalimat ialah suatu bagian ujaran yang berdiri sendiri dan bermakna dan diakhiri oleh intonasi akhir. Sebuah kalimat sekurang-kurangnya memiliki subjek dan predikat. Banyak hal yang dapat kita persoalkan mengenai kalimat bahasa Indonesia. Beberapa hal yang patut memperoleh perhatian kita sehubungan dengan upaya kita untuk memahami struktur kalimat adalah
(1) alat uji kalimat
(2) ciri-ciri unsur kalimat
(3) pola kalimat
(4) kalimat majemuk.
BAB V
2 ALAT UJI KALIMAT
Apakah sebuah tuturan, baik lisan maupun tulis, merupakan sebuah kalimat atau baru merupakan sebuah gabungan kata (frasa)? Untuk menghasilkan kalimat-kalimat yang benar, kita perlu memperhatikan syarat-syarat penyusunan kalimat. Set iap kalimat sekurang-kurangnya memiliki predikat. Suatu kata atau kelompok kata dapat berfungsi sebagai predikat jika dapat disertai kata benda atau kelompok kata benda yang mempunyai relasi predikat.

3.    CIRI-CIRI UNSUR KALIMAT
Apakah tuturan yang kita hasilkan memenuhi syarat sebagai kalimat? Salah satu syaratnya adalah kelengkapan unsur kalimat, yaitu subjek, predikat, objek, keterangan, pelengkap.

1.    Subjek
Subjek (S) adalah bagian kalimat yang mennjukkan pelaku, sosok (benda), sesuatu hal, atau masalah yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan. Subjek dapat diketahui dari jawaban atas pertanyaan siapa atau apa predikat.
Contoh:
a.       Mahasiswa mengerjakan tugas makalah.
b.      Meja direktur besar
c.       Ayahku sedang melukis
d.      Membangun jalan layang sangat mahal
2. Predikat
Prediket (P) adalah bagian kalimat yang memberi tahu, melakukan (tindakan) apa atau keadaan bagaimana subjek (S), sesuatu yang dinyatakan oleh P dapat pula mengenai sifat, situasi, status, ciri atau jati diri S.
Predikat dapat diketahui dari jawaban atas pertanyaan bagaimana atau mengapa subjek.
Contoh:
1.      Mahasiswa menyusun skripsi.
2.      Ibu sedang tidur siang.
3.      Putrinya cantik jelita.
4.      Kota Jakarta dalam keadaan aman.
5.      Kucingku belang tiga.

3.Objek
Objek(O) adalah bagian kalimat yang melengkapi P (Prediket). Letak objek (O) selalu dibelakang P. Objek dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. Objek hanya terdapat pada kalimatyang predikatnya berupa kata kerja transitif.
Contoh:
a.       Mahasiswa itu mengemukakan masalahnya.
b.      Masalahnya dikemukakan oleh mahasiswa itu.
c.       Arsitek merancang bangunan
d.      Jhon Smith membeli barang antik.

4.    Pelengkap
     Pelengkap (pel) atau komplemen adalah bagian kalimat yang melengkapi prediket (P). Letak Pel umumnya di belakang P yang berupa verba.Pelengkap tidak dapat menjadi subjek sebab tidak dapat dipasifkan.
Contoh:
-          Mereka belajar matematika dengan sungguh-sungguh
-          Banyak orsospol berlandaskan Pancasila.
-          Pamanku membelikan anaknya rumah mungil



5.    Keterangan
Keterangan (ket) adalah bagian kalimat yang menerangkan  berbagai hal tentang bagian kalimat yang lainnya. Unsur ket dapat berfungsi menerangkan S,P,O, dan Pel. Posisinya bersifat nama suka, dapat di awal, di tengah, atau di akhir kalimat.
Berdasarkan naknanya, terdapat bermacam-macam Ket dalam kalimat yaitu keterangan tempat, waktu, alat, tujuan, cara, penyetara, simulatif, penyebaban dan kesalinagan.
Posisi keterangan dapat berpindah-pindah di depan, tengah, atau akhir kalimat.
Contoh:
-          Mereka belajar di perpustakaan.(ket. Tempat)
-          Rustam sekarang sedang belajar (ket. Waktu)
-          Lia memotong roti dengan pisau (ket. Alat)
-           
4 POLA DASAR KALIMAT

(1.a) Kalimat Dasar Berpola S-P (P1 KK)
- Mereka pulang.
- Semua peserta datang.

(b) Kalimat Dasar Berpola S-P (P2 KB)
- Dia mahasiswa.
- Ayahnya pengusaha.

(c) Kalimat Dasar Berpola S-P (P3 KS)
- Mahasiswa di sini pandai-pandai
- Gedungnya tinggi-tinggi.

(2) Kalimat Dasar Berpola S-P-K
- Presiden berasal dari Jawa Tengah.
- Kalung itu terbuat dari emas.

(3) Kalimat Dasar Berpola S-P- Pel.
- Negara RI berdasarkan Pancasila.
- Kantor kami kemasukan pencuri

(4.a) Kalimat Dasar Berpola S-P-O (P1 KK transitif)
- Mahasiswa membuat makalah.
- Wartawan mencari berita.

(b) Kalimat Dasar Berpola S-P-O- Pel (P1 KK dwitransitif)
- Ayah mengirimi saya uang.
- Presiden menganugerahi para pahlawan tanda jasa.

(5) Kalimat Dasar Berpola S-P-O-K
- Mereka mengadakan penelitian di luar kota.
- Para mahasiswa mengikuti KKN di daerah .

5 KALIMAT MAJEMUK
Kalimat dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni (1) kalima tunggal (kalimat yang hanya terdiri atas satu kalimat dasar) dan (2) kalimat majemuk (kalimat yang sekurang-kurangnya terdiri atas dua kalimat dasar). Kalimat majemuk terdiri atas kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk rapatan.

1.       Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara memiliki dua kalimat dasar atau lebih. Kalimat ini ditandai dengan kata penghubung intrakalimat yang menyatakan kesetaraan, misalnya: dan, tetapi, sedangkan, serta, namun, lalu, kemudian, atau.
Contoh: Gempa dan tsunami menggoncang Pantai Pangandaran dan rumah-rumah hancur.
Kepala Negara mengemukakan sambutannya kemudian beliau menyerahkan bantuan kepada para korban

2.       Kalimat Majemuk Taksetara (Bertingkat/Subordinatif)
Kalimat majemuk taksetara sekurang-kurangnya terdiri atas dua kalimat dasar sebagai unsur langsungnya. Satu dari kalimat dasar itu merupakan induk kalimat dan satunya lagi merupakan anak kalimat. Jadi, kalimat majemuk taksetara terdiri atas induk kalimat dan anak kalimat. Induk kalimat dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal, sedangkan anak kalimat tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal. Kata penghubung yang dapat digunakan untuk kalimat majemuk setara, antara lain, sebagai berikut:

Jika kalau apabila andaikata Ketika waktu setelah sebelum Supaya agar sebab karena  Walaupun sekalipun biarpun bagaimanapun
Contoh: Dia datang ketika saya sedang tidur.
Meskipun usianya sudah lanjut, semangat belajarnya tidak pernah padam.

 3 Kalimat Majemuk Lesapan (Rapatan)

Kalimat majemuk lesapan adalah kalimat majemuk yang mengalami pelesapan unsur-unsur kalimat yang sama. Unsur yang dimaksud hanya dimunculkan satu kali.
Contoh:
-          Saya datang terlambat sehingga saya tidak dapat mengikuti kuliah pertama.
-          Saya datang terlambat sehingga … tidak dapat mengikuti kuliah pertama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar