Ingat dengan kata-kata lazy? Ya!!! Itu adalah empat huruf yang sangat dominan
dan sangat berpengaruh pada manusia, dia bisa menghancurkan segalanya, bahkan
ia bisa disebut sebagai virus mematikan yang pernah ada, siapapun bisa
terinfeksi dengan virus semacam ini, taukah anda ia tidak memandang apakah
tubuh anda sedang sehat atau bahkan anda terkena penyakit sekalipun.
Jadi
jangan pernah sekali-kali mengabaikan virus ini, karena ia berpotensi menyerang
siapapun, lazy alias malas sangat dominan terjadi pada siswa, karyawan bahkan
atasan sekalipun.
Lazy
bisa menghancurkan segalanya, oleh sebab itu ini perlu diantisipasi lebih dini,
ketika anda merasa anda telah dihinggapi dengan virus semacam ini, maka
segeralah untuk mengobatinya yaitu dengan cara bangkit dan merefresh kembali
tujuan dan target anda selama ini, karena tidak ada dokter yang lebih ahli
dalam bidang ini kecuali diri anda sendiri, para spesialis (orang tua, guru,
motivator) hanya bisa memberi resep tapi yang sangat menentukan adalah diri
anda sendiri.
Anda
perlu menerapi diri anda sendiri karena virus ini bisa datang setiap saat, tak
peduli siapa anda, apa provesi anda, jangan sampai segalanya hancur dan
terbangkalai hanya dengan empat kata ini.
Menurut
penelitian, kebiasaan malas merupakan penyakit mental yang timbul karena kita
takut menghadapi konsekuensi masa depan. Yang dimaksud dengan masa depan ini
bukan hanya satu atau dua tahun kedepan tetapi satu atau dua menit dari
sekarang. Contohnya saja ketika Anda malas dari bangun, Anda akan berkata dalam
hati: “Satu menit lagi saya akan bangun”, tetapi kenyataannya barangkali Anda
akan berlama-lama di tempat tidur sampai akhirnya anda merasa siap untuk
kesekolah atau tempat aktivitas anda.
Sayangnya,
menunda-nunda pekerjaan pada akhirnya akan mengundang stress karena mau tidak
mau satu saat Anda harus mengerjakannya. Di waktu yang sama Anda juga mungkin punya
banyak pekerjaan lain. Sehingga pekerjaan anda menumpuk.
Dalam
beberapa hal, Anda pun mungkin akan kehilangan momen untuk berkembang ketika
Anda mengatakan “tidak” terhadap sebuah kesempatan –Anda malas bertindak karena
bayangan negatif tentang hal-hal yang memberatkan didepan.
Ganti
“Kapan Selesainya” dengan “Saya Mulai Sekarang”
Anda
seorang pelajar atau seorang pegaawai? Jika Anda dihadapkan pada satu tugas
besar atau proyek, Anda sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas
tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada
pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang
lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu.
Katakan
setiap kali Anda bekerja: “Saya mulai sekarang”. Cara pandang ini akan
menghindarkan Anda dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan. Anda membuat
sederhana tugas didepan Anda dengan bertindak positif. Fokus Anda hanya pada
satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada saat yang sama. tanpa anda
sadari pekerjaan itu terselesaikan sedikit demi sedikit sehingga anda tidak
merasa berat dalam mengerjakannya, tidak seperti anda menumpuknya bahkan kadang
anda harus lembur untuk mengerjakan pekerjaaan yang menumpuk.
Ganti
“Saya Harus” dengan “Saya Butuh”
Berpikir
bahwa Anda harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan
terbebani dan Anda menjadi malas mengerjakannya. Anda akan mencari seribu
alasan untuk menghindari tugas tersebut.
Satu
tip yang bisa Anda gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya” dengan
“saya butuh untuk mengerjakannya”. Cara pikir seperti ini akan
menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa Anda tidak harus melakukan
pekerjaan yang Anda tidak mau.
Anda
mau mengerjakan tugas karena memang Anda ingin mengerjakannya, bukan karena
paksaan pihak lain. Anda selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya
pilihan Anda sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain.
Intinya adalah tidak ada seorang pun di dunia ini yang memaksa Anda melakukan
apa saja yang Anda tidak mau lakukan.
Anda
Bukan Manusia Sempurna
Berpikir
bahwa Anda harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa Anda
dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya Anda mungkin akan malas memulainya.
Anda harus bisa menerima bahwa Anda pun bisa berbuat salah dan tidak semua
harus sempurna.
Dalam
konteks pekerjaan, Anda punya kesempatan untuk melakukan perbaikan berulang
kali. Anda selalu bisa negosiasi dengan boss Anda untuk meminta waktu tambahan
dengan alasan yang masuk akal. Mulai pekerjaan dari hal yang kecil dan
sederhana, kemudian tingkatkan seiring dengan waktu. Berpikir bahwa pekerjaan
harus diselesaikan secara sempurna akan membuat Anda memandang pekerjaan
tersebut dari hal yang besar dan rumit.
Oleh
karena itu agama Islam juga “melek” lho sama yang namanya sifat malas karena
syetan adalah musuh manusia yang selalu mengganggu manusia untuk senantiasa
malas. Berikut ini adalah doa agar terhindar dari rasa malas:
Anas
bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam biasa membaca do’a:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ
بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ
بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
“Allahumma
inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa
a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah,
aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di
waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur
serta bencana kehidupan dan kematian).” (HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no.
2706)