KESIMPULAN MATERI ADAB
A.
Keutamaan belajar
Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu:
"Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah
akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah
kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang
beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa
derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
B.
Landasan Tema Adab
Landasan tema adab adalah dalil yang
menjadi acuan untuk menggunakan adab dan
akhlak yang baik
QS. Al Ahzab 21
21. Sesungguhnya
telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi
orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak
menyebut Allah. (dihafalkan beserta artinya)
C.
Keutamaan belajar
1.
Menempati kedudukan yang paling tinggi dalam agamay
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
2.
Akhlak merupakan penyempurna iman
أَكْمَلُ
الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
" orang-orang
mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya”
3.
Timbangan kebaikannya akan semakin berat
مَا مِنْ شَيْئٍ
أَثْقَلُ فِي مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمُ الْقِيَامَةِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ
“tidak ada sesuatu yang dapat memperberat timbangan (kebaikan)
seorang mukmin pada hari kiamat selain kebaikan akhlaknya”
4.
Pengantar ke syurga
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا
يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka
Allah mudahkan baginya jalan menuju syurga”
5.
Memperoleh cinta dan kedekatannya dengan nabi
6.
Sebaik-baik warisan
Sesungguhnya seorang yang mempunyai
adab dan akhlak yang baik maka ia memperoleh sebaik-baik peninggalan para nabi
dan rasul serta orang-orang sholeh sebelum kita.
D.
Adab Bersalaman
Ucapan salam adalah penghormatan malaikat untuk penduduk syurga,
syariat islam sudah ada sejak Nabi Adam, lafazh sudah disempurnakan dan tidak
boleh ditambah dan diubah.
1.
Mengucapkan “Assalamu’alaykum
Warahmatullahi Wabarakatuhu” dan dijawab dengan yang sama atau lebih baik (QS. Annisa’ 86).
2. Bersalaman
, anak kepada orang tua/guru, untuk ikram boleh mencium tangan.
3. Posisi
tubuh anak saat menyalami tidak boleh lebih tinggi dari orang tua/guru
yang disalami, jika orang tua sedang duduk, maka anak kitapun harus
membungkukkan tubuhnya.
4. Disunnahkan
anak melafazkan Do’a kebaikan untuk orang tua/Gurunya dan orang tua/ Guru balas mendo’akan kebaikan untuknya
5. Laki-laki
dan wanita tidak diizinkan bersalaman , dilatih sejak usia 7 tahun
6. Urutan
lebih awal mengucapkan “salam” adalah :
a.
Orang yang lebih muda
mengucapkan salam kepada yang lebih tua
b.
Pejalan kaki mengucapkan
salam kepada yang duduk
c.
Pengendara sepeda mengucapkan
salam kepada pejalan kaki (dan seterusnya)
d.
Orang yang lebih sedikit,
mengucapkan salam kepada yang lebih banyak
e.
Orang yang berpamitan
terlebih dulu mengucapkan salam kepada orang yang tinggal
E.
Tas
Sekolah dan Alat Tulis
1.
Menjaga dengan baik tas
sekolah sesuai fungsinya
2.
Tidak memasukkan sesuatu yang
basah kedalam tas
3.
Mengkhususkan alat tulis
untuk belajar disekolah dan tidak memakainya untuk bermain-main
4.
Tas adalah penyimpanan bagi
seseorang , maka tidak diizinkan membuka, mengambil sesuatu kedalam tas milik orang lain tanpa
mendapatkan izin
5.
Tas ditempatkan digantungan ,
dirak atau disebuah tempat yang aman dari jalanan, tidak boleh meletakkan tas
tergeletak di sembarangan
6.
Alat tulis senantiasa ada
dalam tas, sehingga saat dibutuhkan tidak sulit mencarinya ketempat lain
7.
Alat tulis digunakan sesuai
kebutuhannya dan menuliskan segala yang bermanfaat
8.
Alat tulis yang berserakan
segera dipungut kembali agar tidak terlihat remeh . meremehkan alat tulis
berkesan meremehkan ilmu
F.
Adab Terhadap
Sepatu dan Sendal
1.
Sandal, sepatu dan alas kaki
digunakan sebagai pelindung kaki dan menunjukkan kemuliaan orang yang
mengenakannya, dalam kelaziman para ahli hadits, orang yang tidak mengenakan
alas kaki maka berita darinya diragukan, itu menunjukkan bahwa alas kaki
menambah kemuliaan diri
2.
Sederhana dalam bersepatu,
simple dan tidak menyilitkan kita saat dipakai, berjalan bahkan berlari
3.
Tidak mengenakan
sandal/sepatu milik orang lain tanpa seizinnya
4.
Santri sangat dipuji jika
menemukan sandal/sepatu gurunya atau temannya yang tidak tertata dengan baik,
membaguskan letaknya (tidak justru menendang, menginjaknya atau melemparkannya
sebagai mainan), sikap ini sebagai bukti ikram kepada Mu’alim/Mu’alimah, dan
ikut memelihara harta milik saudaranya
5.
Sandal atau sepatu yang
berlumpur, terlebih dahulu dibersihkan secara sempurna baru ditata diatas rak
yang disediakan
6.
Sandal dan sepatu tidak
digunakan untuk menendang batu, kerikil, melempar binatang dan dijadikan
pengganjal
7.
Diletakkan ditempat yang aman
dari injakan dan orang yang berlalu lalang
8.
Saat melepas sandal/sepatu
tidak boleh menginjak sandal orang lain atau menumpuknya dengan sandal kita,
sehingga membuat kotor sandal orang lain
9.
Saat akan menggunakan sandal
atau sepatu, Islam mengajarkan agar
terlebihdahulu diperiksa kedalamnya, apakah ada binatang berbahaya yang
bersembunyi sehingga saat memasukkan kaki kita, dia akan langsung menyengat
10.
Ucapakan kalimat bismillah
pada kali pertama menyorongkan kaki
11.
Saat berada dalam safar, boleh hanya mengusap
sepatu yang tertutup keseluruhannya untuk berwudhu’, dengan syarat sepatu kita
kenakan saat kita selesai berwudhu’, sepatu tidak lengket benda yang najis
G.
Adab ke kamar mandi
1.
Membaca do’a sebelum masuk kamar mandi
Doá sebelum masuk ke kamar mandi
اَلَّلهُمَّ إِنِّ أَعُوْذُبِكَ
مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثَ
2.
Menutup kepala
3.
Memakai alas kaki
4.
Masuk dengan mendahulukan kaki kiri
5.
Tidak berbicara di dalam kamar mandi
6.
Jongkok ketika buang air
7.
Menyiram kloset sebelum dan sesudah buang air
8.
Mendahulukan kaki kanan saat keluar kamar mandi
9.
Membaca do’a ketika keluar kamar mandi
غُفْرَانَكَ
H.
Adab makan dan minum
1.
Mencuci tangan sebelum makan
2. Membaca doá sebelum makan
بِسْمِ اللهِ
3. Makan dan minum dengan tangan kanan
4. Mengambil makanan terdekat
5. Tidak makan & minum sambil berdiri
6. Memungut makanan yang jatuh
7. Tidak mencela makan
8. Tidak meniup makan
9. Menahan sendawa
10. Tidak makan ketika perut masih kenyang
11. Menjilat jari setelah makan
12. Mencuci tangan setelah makan
13. Membaca do'a setelah makan
اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ
أَطْعَمَنِيْ هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلَا قُوَّةٍ
I. Adab majlis
Dalam
adab majlis didalamnya terdapat beberapa adab yaitu:
ü Adab murid terhadap dirinya
ü Adab murid terhadap ilmunya
ü Adab murid terhadap gurunya
Ini
semua dijelaskan secara global kepada murid dengan menggabung semua adab dalam adab
majlis.
1.
Mengawali belajar dengan berwudhu, dan meuruskan niat
untuk belajar
2. Membaca doá sebelum belajar
3. Duduk dengan sopan dan tidak memeluk kedua
kaki dengan tangan
4. Menyimak dengan baik setiap perkataan ahli
ilmu (muallim/ah, orang tua dsj)
5. Memberi isyarat tangan (dengan cara
mengangkat tangan) jika ingin bertanya atau meminta izin
6. Muwajjahah, menghadapkan wajah kearah guru
7. Menunjukkan rasa berterima kasih kepada
guru
8. Mengulangi setiap apa yang diminta oleh guru
untuk mengulanginya
9. Membaca doá kaffarotul majlis





Tidak ada komentar:
Posting Komentar