Blogroll

Minggu, 24 Juni 2012

Ice Breaking Ideas


1. Pak-Pak Boom!

Permainan ini sangat sederhana tapi sangat efektif untuk mencairkan kekakuan didalam kelas.
Cara bermain:

  • Guru/instruktur memberi arahan kepada murid untuk berdiri
  • Suruh murid untuk mengikuti arahan guru
  • Angkat kedua tangan keatas
  • Ketika guru mengatakan “PAK” maka murid harus bertepuk tangan
  • Ketika guru mengatakan “BOOM” maka murid harus menepuk pahanya
  • Contohkan berulang-ulang sambil memberi instuksi, pak-pak-boom, boom-boom-pak (sambil menepuk tangan dan paha sebagaimana instruksi diatas)
  • Usahakan makin lama semakin kencang agar lebih seru dan lebih mengasah konsentrasi murid.


2. Bos Berkata

Fungsi permainan: Menguji konsentrasi dan kejelian murid, sangat cocok ketika kelas sudah merasa bosan dengan pelajaran.
Cara bermain:

  • Guru memberi instruksi dengan kata-kata “bos berkata” sambil memberi aba-aba, ini hanya berlaku ketika perintah tersebut diiringi dengan kata “bos berkata”,  jika perintah tersebut tidak diiringi dengan kata-kata tersebut maka perintah tersebut dianggap tidak berlaku dan kita ada murid yang melakukannya maka ia akan dikenakan hukuman (usahakan hukumannya berdasarkan dengan pelajaran usahakan tidak menggunakan kekerasan fisik seperti mencubit dll.)
  • Guru: bos berkata, “BERDIRI” (maka murid harus berdiri)
  • Guru: bos berkata, “BERBARIS”(murid harus berbaris)
  • Guru: bos berkata, “TERTAWA”(murid harus tertawa)
  • Guru: “DUDUK KEMBALI” (jika ada yang duduk maka muris harus dihukum karena tidak ada kata-kata “bos berkata”).


3. Bermain Loncat Arah

Fungsi permainan: Jika kelas sudah mulai terasa jenuh dan mengantuk permainan ini akan membuat mata lebar kembali dan untuk melatih kekompakan.
Cara bermain:

  • Guru memerintahkan agar murid berdiri dan membuat 2-4 barisan (tergantung pada jumlah murid )
  • Barisan 1-2 saling berhadapan, 3-4 juga saling berhadapan         
  • Setelah itu guru memberi aba-aba
  • Guru: pegang pundak teman didepannya (dilaksanakan oleh murid)
  • Guru: lompat kedepan
  • Guru: lompat kebelakang
  • Guru: lompat kekiri
  • Guru: lompat kekanan (tangannya tidak boleh lepas dari pundak temannya)
  • Satelah dilakukan berulang ulang coba dibalik, jika perintahnya lompat kedepan maka murid harus lompat kebelakang, begitu juga sebaliknya.


4. Pesan Berantai
Fungsi permainan: Untuk mengasah kekompakan, ketelitian dan imajinasi.
Cara bermain.

  • Guru membagi anak menjadi dua kelompok
  • Setelah itu anak disuruh berbaris berbanjar
  • Sebelumnya guru telah mempersiapkan  pesan yang akan disampaikan kepada murid-muridnya
  • Setelah anak itu tahu pesan yang akan disampaikannya maka ia mulai menuliskannya dipunggung teman-temannya.
  • Ini dilakukan secara berantai dengan menuliskan pesan tersebut dipunggung peserta temannya. (jangan sampai bersuara, jika ada yang menyampaikan pesan dengan bersuara maka dianggap gagal)
  • Permainan ini bisa juga dengan berbisik-bisik tetap disampaikan secara berantai.


5. Badai Berhembus (The Great Wind Blows)
Fungsi permainan: Strategi ini merupakan icebreaker yang dibuat cepat yang membuat para peserta latihan bergerak tertawa. Strategi tersebut merupakan cara membangun team yang baik dan menjadikan para peserta lebih mengenal satu sama lain.
Cara bermain:

  • Guru menyuruh untuk membuat lingkaran.
  • Jelaskan kepada murid aturan permainan, untuk putaran pertama guru akan bertindak sebagai angin.
  • Guru sebagai angin akan mengatakan angin berhembus kepada yang memakai misal : kacamata (apabila ada beberapa peserta memakai kacamata).
  • Murid yang memakai kacamata harus diam ditempat tapi teman-temannya yang lain harus bergabung dengan anak yang memakai kaca mata.
  • Lakukan putaran kedua, dan seterusnya. Setiap putaran yang bertindak sebagai angin harus mengatakan ‘angin berhembus kepada yang …………. (sesuai dengan karakteristik peserta, misal : baju biru, sepatu hitam, dsb)


6. Bercermin

Fungsi permainan: Memberi pelajaran pada anak bahwa Mengikuti apa yang dilakukan orang lain boleh selagi itu masih dalam kebaikan dan membangun team work yang solid.
Langkah–langkah :

  • Minta setiap peserta untuk berpasangan, 1 orang menjadi bayangan di cermin dan 1 orang menjadi seseorang yang sedang berdandan di depan cermin.
  • Bayangan harus mengikuti gerak – gerik orang yang berdandan.
  • Keduanya harus bekerja sama agar bisa bergerak secara kompak dengan kecepatan yang sama.
  • Minta peserta untuk mendiskusikan apa pesan dalam permainan ini.


7. Kompak
Fungsi permainan: Menjaga tim agar tetap kompak antara satu dengan yang lain, menjaga tim agar tetap selamat dan menaruh kepercayaan kepada pemimpin yang akan menuntun kita.
Cara bermain:

  • Tentukan target/tempat yang akan dituju
  • Tunjuk satu ketua yang akan memberi instruksi kepada kelompoknya
  • Minta semua murid untuk berbaris dan menutup mata, ia dilarang untuk membuka matanya dan hanya mendengarkan instruksi dari ketuanya
  • Sebelumnya harus disepakati aba-abanya, seperti ketika lurus maka ia mengucapkan Allahu Akbar, jika belok kanan membaca subhanallah, jika belok kiri membaca innalillah. Maka ketuanya harus bisa memberi aba-aba yang benar agar cepat mencapai tujuan.
  • Ketepatan instruksi dari ketua sangat dibutuhkan untuk keselamatan dan kecepatan dalam mencapai tempat yang telah ditentukan.


8. Apa Kabar?
Fungsi permainan: Fungsi permainan ini adalah untuk menyapa enak, permainan ini sangat sipel dan tidak membutuhkan materi apapun dan untuk mengembalikan konsentrasi, game ini sangat cocok jika telah disepakati diawal sebelum memulai belajar.
Cara  bermain:

  • Buat kesepakatan dengan murid jika guru bertanya sesuatu maka mereka harus menjawab sesuai dengan jawaban yang sudah disepakati
  • Tanya kabar ini bisa bermacam-macam:
  • Jika guru berkata: “HOW ARE YOU” jawabannya “FINE”
  • Ketentuannya adalah jika guru menyebutkan dengan suara pelan maka murid menjawab dengan suara keras, jika guru mengucapkan dengan suara keras  maka harus dijawab pelan.
  • Ini bisa dilakukan dengan disela-sela pelajaran sedang berlangsung ketika konsentrasi sudah mulai buyar dan untuk mengembalikan konsentrasi.


9. Tebak Wajah
Fungsi permainan: inti dari permainan ini adalah untuk  saling mengenal antara satu dengan yang lain agar lebih dekat, kompak dan solid.
Cara bermain:

  • Guru memerintahkan murid untuk mengeluarkan kertas
  • minta murid untuk menuliskan cita-citanya, ciri-cirinya, makanan kesukaannya, hobi, atau profil yang lain yang menunjukkan ciri-ciri orang yang menulisnya
  • setelah itu minta murid membalik kertas menempelkan kertas tersebut kemukanya, lalu minta untuk menuliskan gambar wajahnya diatas kertas tersebut dengan posisi kertas masih didepan mukanya
  • dan lipat kertas tersebut lalu kumpulkan kepada guru
  • guru akan membagikan kertas tersebut kepada murid dengan acak
  • dan setelah murid mendapat kertas (pastikan ia tidak mendapat kertas miliknya sendiri) tunjuk murid untuk menebak siapa orang yang terdapat didalam kertas tersebut berdasarkan ciri-ciri yang telah dituliskan oleh pemiliknya.
  • Kalu betul ia menunjuk teman yang lain, misalnya selanjutnya yang memalai kaca mata, tapi jika salah maka minta ia menyanyikan sebuah lagu dll.


10. Find Your Family
Fungsi permainan:

  1. Melatih konsentrasi
  2. Melatih kesabaran
  3. Melatih kekompakan
  4. Melatih daya ingat
  5. Dan melatih pendengaran


Cara bermain

  • Bagi murid dalam tiga kelompok
  • Tentukan ciri keluarga masing-masing dan suara dari keluarga tersebut
  • Contoh keluarga pertama bersuara kucing, maka ketika nanti mereka disuruh berpencar dan menutup mata maka murid harus bersuara dan mencari kelurganya sambil mengeong-ngeong.

Read More »

Rabu, 20 Juni 2012

Life Skills

Istilah Kecakapan Hidup (life skills) diartikan sebagai kecakapan yang dimiliki seseorang untuk mau dan berani menghadapi problema hidup dan penghidupan secara wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya (Dirjen PLSP, Direktorat Tenaga Teknis, 2003).

Brolin (1989) menjelaskan bahwa, “Life skills constitute a continuum of knowledge and aptitude that are necessary for a person to function effectively and to avoid interruptions of employment experience”. Dengan demikian life skills dapat dinyatakan sebagai kecakapan untuk hidup. Istilah hidup, tidak semata-mata memiliki kemampuan tertentu saja (vocational job), namun ia harus memiliki kemampuan dasar pendukungnya secara fungsional seperti : membaca, menulis, menghitung, merumuskan, dan memecahkan masalah, mengelola sumber daya, bekerja dalam tim, terus belajar di tempat kerja, mempergunakan teknologi (Satori, 2002).

Pendidikan Kecakapan Hidup (life skills) lebih luas dari sekedar keterampilan bekerja, apalagi sekedar keterampilan manual. Pendidikan kecakapan hidup merupakan konsep pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan warga belajar agar memiliki keberanian dan kemauan menghadapi masalah hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan kemudian secara kreatif menemukan solusi serta mampu mengatasinya.

Indikator-indikator yang terkandung dalam life skills tersebut secara konseptual dikelompokkan : (1) Kecakapan mengenal diri (self awarness) atau sering juga disebut kemampuan personal (personal skills), (2) Kecakapan berfikir rasional (thinking skills) atau kecakapan akademik (akademik skills), (3) Kecakapan sosial (social skills), (4) Kecakapan vokasional (vocational skills) sering juga disebut dengan keterampilan kejuruan artinya keterampilan yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan tertentu dan bersifat spesifik (spesifik skills) atau keterampilan teknis (technical skills).

Menurut Jecques Delor mengatakan bahwa pada dasarnya program life skills ini berpegang pada empat pilar pembelajaran yaitu sebagai berikut:

  1. Learning to know (belajar untuk memperoleh pengetahuan).
  2. Learning to do (belajar untuk dapat berbuat/bekerja).
  3. Learning to be (belajar untuk menjadi orang yang berguna).
  4. Learning to live together (belajar untuk dapat hidup bersama dengan orang lain).

Read More »

Rabu, 13 Juni 2012

Quantum Teaching


Pernah mendengar atau membaca tentang Quantum Teaching? Kalau anda seorang guru atau dosen mungkin sudah sangat sering mendengar tentang konsep yang dikemukakan Bobby De Porter ini ya. Saya mencoba meringkas dan mengadaptasi QT untuk keperluan mengajar saya di kampus. Semoga semester depan bisa saya terapkan. Here they are.

Asas Utama

Asas utama Quantum Teaching :
“Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”.
Kita perlu masuk dulu ke dalam dunia mahasiswa. Dapatkanlah wewenang dan hak untuk memasuki dunia mereka. Wewenang itu akan diberikan mahasiswa dengan sukarela, jika Anda memperlakukan mereka sebagai manusia. Manusia dewasa dengan segala aspek kepribadiannya.

Setelah kaitan itu terbentuk, barulah Anda dapat membawa mereka ke dalam dunia Anda. Di sinilah hal – hal baru Anda beberkan kepada mereka, sehingga pada akhirnya mereka memahami isi dunia Anda, dan membawanya ke dalam dunia mereka sendiri (sebagai milik pribadi mereka).

Model Quantum Teaching

Unsur – unsur dari “simfoni” pembelajaran Anda adalah : konteks dan isi.
Konteks adalah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menyampaikan isi dengan baik. Bagian – bagiannya ialah : 
1. Suasana yang memberdayakan
  • Kepercayaan dosen akan kemampuan dan motivasi mahasiswa harus terlihat jelas. Dosen perlu punya pandangan positif terhadap mahasiswanya. Termasuk memperhatikan emosi mahasiswa dapat membantu mempercepat pembelajaran mereka. Kondisi “flow” saat belajar/kuliah sangat penting.
  • Supaya siswa terlibat dalam kuliah, dosen harus membangun hubungan, yaitu dengan menjalin rasa simpati dan pengertian. Mahasiswa (sebagai manusia) lebih penting dari materi.
  • Perlunya membawa kegembiraan dalam proses belajar – mengajar melalui : afirmasi (penguatan), pengakuan, dan perayaan. (RESIKO + KEGEMBIRAAN = KERIANGAN)
  • Resiko membangkitkan keinginan “bertualang” bagi para pelajar. Tanpa resiko, mereka akan tinggal dalam zona nyaman yang membosankan.
  • Membuat semua siswa merasa “saling memiliki” satu dengan yang lain. Kepaduan tim ini membuat orang merasa berdaya untuk keluar dan mempertaruhkan zona nyaman mereka demi sukses dan belajar.
  • Keteladanan sangat penting. Diri Anda lebih penting dari pengetahuan Anda.

2. Landasan yang kukuh
  • Komunitas belajar perlu memiliki tujuan yang sama (yang disepakati di awal perkuliahan).
  • Prinsip – prinsip (sama dengan nilai – nilai moral yang dipegang oleh kelas). Tentukanlah hal itu bersama – sama, dan peganglah sepanjang semester.
  • Yakin akan kemampuan Anda mengajar, dan kemampuan siswa Anda belajar.
  • Kesepakatan, kebijakan, prosedur, dan peraturan. Semakin jelas, mahasiswa akan semakin merasa aman dan minim kejutan.
  • Menjaga komunitas tetap berjalan (dan bertumbuh)
    • Mahasiswa adalah mitra (bukan obyek) dalam belajar.
    • Penggambaran tentang masa depan, AMBAK bagi mahasiswa dalam kehidupannya nanti sangat penting.

3. Lingkungan yang mendukung (lebih cocok untuk siswa di sekolah)
4. Rancangan belajar yang dinamis
  • Merancang pengajaran dengan konsep : “Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”.
  • Memahami modalitas “V, A, K”
  • Bagaimana rancangan pengajaran (SAP) anda memastikan kesuksesan mahasiswa? Karena siswa punya 2 masalah : pelajaran sulit & resiko besar. Pergunakanlah konsep :
    • Multisensori (V, A, K), pemotongan menjadi segmen, dan pengulangan.
    • Kelompok besar –> kelompok kecil –> individu (mengurangi resiko)
  • Kerangka rancangan Quantum Teaching (TANDUR) :
    • T  : Tumbuhkan. Pikat mereka, puaskan AMBAK.
    • A : Alami. Berikan mereka pengalaman belajar, tumbuhkan kebutuhan untuk mengetahui sesuatu
    • N : Namai. Berikan “data”, “nama”, “kunci” saat minat memuncak.
    • D : Demonstrasikan. Beri kesempatan mereka untuk menghayati dan membuat pengetahuan sebagai “milik/pengalaman pribadi”.
    • U : Ulangi. Rekatkan gambar keseluruhannya.
    • R : Rayakan.  Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan. Perayaan menambatkan pengalaman belajar dengan asosiasi positif.
  • Multiple Intelligence dan Slim n Bil
  • Penggunaan metafora, perumpamaan dan sugesti (positif) dalam pengajaran.

Sedang isi adalah materi yang Anda bawakan beserta cara penyampaiannya kepada mahasiswa. Bagian – bagiannya meliputi :
A. Penyajian yang prima
1. Tujuh pedoman presentasi sukses
  • Memahami apa yang Anda inginkan
  • Membina hubungan dengan mahasiswa
  • “Membaca” kondisi terkini mereka
  • Memiliki target untuk keadaan mereka
  • Menggunakan modalitas mereka (V, A, K)
  • Memanfaatkan ruangan
  • Bersikap tulus

2. Menjadi quantum teacher
3. Pencocokan modalitas
4. Empat prinsip komunikasi ampuh
  • Munculkan kesan positif
  • Arahkan fokus dengan kata – kata
  • Bersikap inklusif (mengajak), bukan memaksa
  • Jelas dan spesifik

5. Komunikasi nonverbal
  • Kontak mata
  • Ekspresi wajah
  • Nada suara/intonasi
  • Gerak tubuh
  • Sosok/postur

6. Paket presentasi efektif, dosen sebagai
  • Penemu
  • Pemimpin
  • Pengarah

7. Penambatan. Perlunya tambatan pribadi bagi masing – masing mahasiswa sehingga mereka dapat mengakses yang terbaik dari kemampuan Anda.

B. Fasilitasi yang luwes
C. Ketrampilan belajar untuk belajar
D. Ketrampilan hidup

Selengkapnya bisa membaca “Quantum Teching” karya Bobby DePorter. Buku ini baru diterbitkan ulang dengan wajah baru oleh Penerbit Kaifa.

Read More »

Senin, 11 Juni 2012

Pintaku...

Sekarang udah tanggal 11/06/2012 berarti sudah 4 hari keberangkatan english debat team dari Diniyyah Puteri Padang Panjang, mengadu kebolehan di debat tingkat ASEAN di Malaysia, semoga ya semuanya dimudahkan oleh-Nya karena jika jika senantiasa berserah diri dan senantiasa berusaha insya Allah kita akan mendapat apa yang kita inginkan.

kita semua memohon walaupun kemenangan tidak berpihhak kepada kita maka itu adalah suatu pelajaran yang akan kita ambil hikmah, karena banyak yang kita ambil pengalaman dari sana. karena pengalam adalah guru yang sangat berharga, bahkan pengalaman itu tidak bisa dibeli.

Kami disini mendo'akan apapun hasilnya kita akan senantiasa membangkitkan potensi didalam berbahasa inggris  karena jika kita bisa berbagai bahasa maka kita akan lebih mengenal dunia.

Keep spirit ya buat team debat dan pendampinya buat Miss Mimi moga sehat-sehat aja ya di sana, jangan sampai sakitnya kambuh, kak Ainun terus ya menyemangati anak-anak, buat kak salam jangan pernah bosan ngajar debatnya karena ini adalah yang perdana ikut di debat tingkat ASEAN....

MY aLLAH BLESS YOU all.....
Read More »

Diniyyah Puteri

Ma’had Diniyyah Puteri Padang Panjang


A. Riwayat Hidup dan Sejarah Perjuangan Syaikhah Rahmah El Yunisiyyah Pendiri Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang
Nama Rahmah El Yunsiyyah adalah sebuah goresan sejarah yang indah dan berarti. Melukiskan ketegaran seorang muslimah pejuang dan pendidik dibalik kelembutan selendangnya. Beliau hadir disaat anak bangsa belum mendapatkan pendidikan yang layak dengan mendirikan Perguruan Diniyyah Puteri di Padang Panjang pada tanggal 1 November 1923 pada usia yang belum genap 23 tahun.

Namun dibalik kelembutan sebagai pendidik beliau juga seorang pejuang yang tangguh. Ini dibuktikan dengan akhirnya beliau mendirikan dan memimpin Tentara Keamanan Rakyat (TKR) serta pasukan Fisabilillah menghadapi agresi Belanda disaat tidak ada kaum pria yang berani mengambil posisi itu. Sugguh panjang perjuangan muslimah ini demi bangsa yang kita cintai ini.

1. Kehidupan Pribadi
Nama lengkap : Syaikah Hj. Rahmah El Yunusiyyah
tempat, tanggal lahir : Padang Panjang, 1 Rajab 1318 H/29 Desember 1900 M
wafat : Padang Panjang, 9 Zulhijjah 1388 H/26 Februari 1969 M
orang tua : Ibu : Rafi’ah
Ayah : Syekh Muhammad Yunus (seorang ahli ilmu falak dan menjabat sebagai Kadhi Nagari Pandai Sikek)
Kakek : Imanuddin, pemimpin tarekat Naqsyabandi (ayah Imanudin mernama Hafazhah, keturunan dari Haji Miskin salah seorang dari Harimau nan Salapan tokoh Perang Paderi)
saudara : Zainuddin Labay El Yunusy, Mariah, Muhammad Rasyad, dan Rihanah (Rahmah El Yunusiyyah adalah anak bungsu)
suami : Haji Bahaudin Latif (anak dari Haji Syekh Abdul Latif seorang ulama tarekat Naqsyabandi di Nagari Sumpur), menikah pada tanggal 15 Mei 1916 tanpa dikaruniai anak.
Pendidikan : 1) Pendidikan infomal dari kakak beliau Zainuddin Labay dan Muhammad Rasyad.
2) Pendidikan di Diniyyah School yang didirikan oleh Zainuddin Labay.
3) Berguru agaa islam kepada:
a) Syekh Abdul Karim Amrullah (ayah buya HAMKA)
b) Tuanku Mudo Abdul Hamid Hakim
c) Syekh Muhammad Djamil Djambek
d) Syekh Daud Rasyidi
4) Kursus kebidanan di RS. Kayu Tanam tahun 1931-1935 dan mendapat izin praktek bidan.
2. Perjalanan Karir Perjuangan
a. Masa Penjajahan Belanda
1) Tahun 1923 mendirikan Perguruan Diniyyah Puteri di Padang Panjang.
2) Tahun 1928 memberikan dukungan penuh pada kongres pemuda yang melahirkan sumpah pemuda dan segera menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di Perguruan Diniyyah Puteri.
3) Tahun 1932 memimpin gerakan menentang dua peraturan Belanda yaitu Ordonantie Kawin Bercatat (yang melecehkan fungsi Kadhi dan syri’at islam) dan Ordonantie Sekolah Liar (yang hendak mengatur sekolah-sekolah agama menurut keinginan Belanda).
b. Masa Penjajahan Jepang
1) Menerima Ir. Soekarno di Diniyyah Puteri membicarakan tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia.
2) Tahun 1943 mempersiapkan santri-santri Diniyyah Puteri pengikti pelatihan P3K dan Palang Merah sebagai tenaga sukarela dalam pertempuran.
3) Tahun 1944 memberikan dukungan penuh dalam pasukan Gyugun yang menurut beliau sangat strategis sebagai alat mencapai kemerdekaan Indonesia.
4) Keterlibatan dalam organisasi pada masa penjajahan Jepang:
a) Pengurus ADI (anggota daerah ibu) tingkat Sumatera Tengah yang berjuang menentang menentang Jepang.
b) Ketua Ha Ha No Kai dari Gyugun Ko En Kai.
c) Anggota Ho Ko Kai.
d) Anggota peninjau Sumatera Cuo Sangi In yang diketuai M. Syafei.
e) Anggota Mahkamah Syari’ah Bukittinggi.
f) Ketua Majelis Islam Tinggi bagian kaum ibu di Padang Panjang Batipuh X Koto.
c. Masa Kemerdekaan
1) Tahun 1945 mendirikan TKR dan menjadikan Perguruan Diniyyah Puteri sebagai dapur umum bagi pejuang sampai terbentuknya Balalyon Infanteri, juga membantu Laskar Sabilillah, Sabil Muslimat dan tentara yang melawan NICA.
2) 17 Agustus 1945 Rahmah sebagai orang pertama yang mengibarkan bendera merah putih di Kota Padang Panjang.
3. Pemikiran dan Cita-cita
a. Mencetuskan kesetaraan jender.
b. Menentang gerakan feminisme dari barat.
c. Mempersiapkan ibu berarti mempersiapkan bangsa.
d. Menginginkan kemajuan kaum wanita.
4. Profil Pribadi Rahmah El Yunusiyyah yang Layak Diteladani
a. Komitmen berjuang untuk agama, bangsa dan negara melalui pedidikan.
b. Naluri kepahlawanan.
c. Keberanian dalam menghadapi resiko.
d. Kesabaran.
e. Pengorbanan.
f. Optimisme.
g. Kemampuan dalam menghadapi kegagalan.
h. Kemampuan menjadi teladan.
5. Amanat Rahmah El Yunusiyyah
a. Guru adalah pengajar dan pendidik, oleh kaena itu guru hendaknya mampu melaksanakan kedua fungsi tersebut secara seimbang.
b. Guru selain mendidik dan mengajar juga harus menjadi mubaligh.
c. Jadilah guru yang bijaksana.

B. Sejarah Singkat Perguruan Diniyyah Puteri
Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang merupakan pondok pesantren modern khusus puteri yang terletak di kawasan Kota Padang panjang Sumatera Barat Didirikan oleh Rahmah El Yunusiyyah pada tanggal 1 November 1923 pada zaman pemerintahan Hindia Belanda diIndonesia Rahmah El Yunusiyyah mendirikan Perguruan Diniyyah Puteri pada usia yang belum genap 23 tahun setelah mendapatkan inspirasi ketika megikti pendidikan pada Diniyyah School yang didirikan oleh kakak kandungnya Zainuddin Labay El Yunusy pada tahun 1915.
Pada awal berdiri Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang hanya menyediakan program pendidikan tingkat Madrasah Tsanawiyah dengan nama Diniyyah Menengah Pertama (DMP). Kemudian setelah berjalan 15 tahun, Rahmah El Yunusiyyah membuka program pendidikan lanjutan setingkat Madrasah Aliyah dengan nama Kulliyatul Mu’alimmat El Islamiyyah (KMI). Pendidikan yang diselenggarakan bertujuan mencetak para kader-kader muslimah yang mampu menjadi ibu pendidik di tengah masyarakat. Sistem yang diterapkan adalah boarding schoo” yakni pembinaan anak didik secara terpadu baik di sekolah maupun di asrama.
Saat ini Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang telah berkembang jauh dengan memiliki lima program pendidikan mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai sekolah tinggi. Menjelang usia 80 tahun, pada bulan Agustus 2003 Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang melakukan reegenering dalam persiapan menuju pusat pendidikan islam berbasis teknologi. Untuk itu, secara bertahap dan berkesinambungan seluruh elemen perguruan melakukan perubahan dan perbaikan besar untuk mencapai tujuan mulia “mencerdaskan generasi islam”.

C. Profil dan Struktur Organisasi Perguruan Diniyyah Puteri
1. Profil
Nama lembaga : Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang
status : swasta (yayasan)
alamat : Jl. Abdul Hamid Hakim no. 30 Padang Panjang Provinsi Sumatera Barat
berdiri : 1 November 1923
pimpinan : Fauziah Fauzan, SE.Akt, M.Si.
jenis lembaga : pendidikan dan usaha
jenjang pendidikan : TKI, MI, MTs, MA dan Sekolah Tinggi (pesantren modern)
2. Struktur Oranisasi
Keterangan:
TK : Taman Kanak-kanak DTC : Diniyyah Training Centre
MI : Madrasah Ibtidaiyah DITC : Diniyyah Information Tech. Ce.
DMP : Diniyah Menengah Pertama DRC : Diniyyah Receach Centre
KMI : Kulliyatul Mu’alimmat El Islamiyyah DCC : Diniyyah Counceling Centre
STIT : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah DTQ : Diniyyah Tahfizul Quran
3. Visi dan Misi
Visi Menjadi lembaga pendidikan islam yang terus-menerus menyeimbangkan pola pengajaran terpadu : Alquran, hadis, dan keilmuan modern terkini dalam rangka pembentukan generasi muda islam Indonesia yang profesional, beriman, bertaqwa, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Misi Membentuk puteri yang berjiwa islam dan ibu pendidik yang cakap dan aktif serta bertanggungjawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air atas dasar pengabdian pada Allah SWT.
Mengembangkan pola pengajaran islam yang berbasis teknologi secara berkesinambungan dalam upaya memperkaya khasanah dunia pendidikan sampai akhir zaman.
Merancang, mengembangkan dan memberikan solusi kehidupan dalam bentuk kajian praktis dalam rangka pengadian kepada masyarakat dan tanah air.

D. Jenjang dan Jenis Pendidikan di Perguruan Diniyyah Puteri
1. Taman Kanak-kanak Islam Rahmah El Yunsiyyah
Taman Kanak-kanak Rahmah El Yunusiyyah adalah pendidikan pra sekolah yang didirikan pada tanggal 5 Agustus 1982 dengan tujuan membantu mengemangkan potensi yang ada dan menanamkan kepribadian islami sedini mungkin untuk anak usia taman Kanak-kanak.
2. Madrasah Ibtidaiyyah Rahmah El Yunusiyyah
Madrasah Ibtidaiyyah Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang adalah salah satu jenjang pendidikan setingkat sekolah dasar yang dikelola oleh Yayasan Rahmah El Yunusiyyah Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang. Melalui sistem pendidikan interaktif yakni pendidikan yang berdasarkan kepada keterpaduan yang utuh antara ilmu pengetahuan umum dan agama akan dapat melahirkan generasi muda dambaan umat.
Oleh karena itu Madrasah Ibtidaiyyah Rahmah El Yunusiyyah menrapkan dua kurikulum formal Kementerian Agama RI tingkat Madrasah Ibtidaiyyah Negeri (MIN) dan kurikulum tingkat Sekolah Dasar oleh Kementerian Pendidikan serta kegiatan ekstra kurikuler yang diarahkan untuk tafaqquh fiddin (memperdalam ilmu agama). Murid MI pada saat ini berjumlah 344 orang dan guru 30 orang dengan kepala Muhammmad Syafi’i, S.Pd.I..
3. Madrasah Tsanawiyyah Diniyyah Menengah Pertama (DMP)
Madrasah Tsanawiyah Diniyyah Pertama (DMP) merupakan jenjang pendidikan pertama yang didirikan oleh Rahmah El Yunusiyyah di Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang pada tahun1923. Pendidikan di DMP dengan sistem boarding school yang berrstatus “disamakan” ditujukan untuk mendidik puteri-puteri lulusan SD menjadi kader-kader muslimah sejati yang memiliki kecerdasa intelektual, emosional, dan spiritual sejakdini sehingga mampu menjadi generasi islam yang tangguhdegan keprbadian mulia.
Kurukilum yang diajarkan merupakan kombinasi dari tiga kurikulum yaitu kurikulum Kementerian Pendidikan, kurikulum Kementerian Agama dan kurikulum khusus Diniyah Puteri. Selama mengkuti proses pendidikan siswi akan dibekali dengan kegiatan ekstrakurikuler meliputi keterampilan wanita, keterampilan berorganisasi serta keterampilan dakwah. Konsep pengajaran yang teradu antara lain agama dan keilmuan modern terkini darahkan agar siswi memiliki kecintaan yang tinggi kepada Allah SWT dan rasul-Nya serta kepada ilmu pengtahua. Saat ini santri DMP yang telah terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Kemendiknas RI ini berjumlah 391 orang dengan majelis guru sebanyak 54 orang.
4. Kulliyatul Mu’allimat El Islamiyah (KMI)
Madrasah Aliyah KMI Diniyyah Puteri dengan boarding school setara dengan pendidikan aliyah atau SMA/SMK dengan status “disamakan”. Para lulusan Madrasah Tsanawiyah Diniyyah Menengah Pertama (DMP) Perguruan Diniyyah Puteri dapat langung meneruskan pada Madrasah Aliyah KMI secara langsung tanpa harus mengikuti kelas persiapan KMI (PKMI).
Jenjang pendidikan KMI ini didirikan pada tahun 1937, 14 tahun setelah Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang berdiri. Pendidikan di KMI difokuskan untuk menghasilkan kader-kader muslimah sejati yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual sehingga mampu menjadi geerasi islam yang tangguh dengan kepribadian mulia.
Sampai saat ini, KMI telah menghasilkan lulusan yang mampu melanjutkan pendidikan ke brrbagai perguruan tinggi bergengsi di dalam danluar negeri, diantaranya:
a. Institut Teknoogi Bandung (ITB)
b. Instutut Pertaian Bogor (IPB)
c. Universitas Padjadjaran (UNPAD)
d. Universitas Indonesia (UI)
e. Universias Andalasn (UNAND)
f. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
g. IAIN Imam Bondjol Padang
h. Al Azhar University Kairo
i. Serta berbagai universitas lain di Timur Tengah.
Setiap tahun Madrasah Aliyah KMI Diniyyah Puteri mendapatkan tawaran PMDK dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pada tahun 2010 penawaran PMDK datang dari Universitas Sumatera Utara (USU), IPB, UIN SH Jakarta, IAIN IB Padang, UI, UTS, Universitas Airlangga,UNAND, UNP, UPI Bandung, UNIB UNILA dan berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta lain.
Selain itu, juga ada peluang beasiswa bagi lulusan berprestasi antara lain dari pemerintah pusat (kementerian pendidikan), pemerintah daerah, Al Azhar University Kairo Mesir, Sudan, Jepang, ITS, Universitas Air Langga, UI dan lain-lain.
KMI Perguruan Diniyyah Puteri memiliki tiga jurusan yang telah terakreditasi A yaitu:
a. Jurusan Studi Timur Tengah (STT)
b. Jurusan IPA
c. Jurusan IPS.
5. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyyah (STIT) Diniyyah Puteri Rahmah El Yunusiyyah
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyyah (STIT) Diniyyah Puteri Rahmah El Yunusiyyah adalah perguruan tinggi khusus puteri berkiprah di bidang pendidikan mencetak calon sarjana dan diploma yang memiliki wawasan pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap dasar sebagai guru sekolah menengah, staf personalia di berbagai industri trainer dan konsultan pendidikan
a. Visi dan Misi
Visi Terwujudnya perguruan tinggi islam khusus puteri sebagai pusat keunggulan di bidang pendidikan agama dan pengembangan sumber daya manusia yang melahirkan lulusan pendidik berjiwa emas dan berkompetensi global.
Misi Membangun perguruan tinggi islam yang mampu mandiri dan memberi kontribusi untuk dunia pendidikan dan masyarakat global.
Menyelenggarakan pendidikan bagi calon sarjana yang menguasai penddikan islam berjiwa entrepreneur.
b. Tujuan Pendidikan
1) Menyiapkan pendidik berjiwa emas yang mampu berdiri pada dua kaki: di lembaga pendidikan tempatnya mengabdi dan ditengah masyarakat dunia tempat berkarya tanpa henti.
2) Menghasilkan lulusan yang memiliki wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap dasar sebagai: guru, trainer, konsultan pendidikan, dan tim sumber daya manusia yang handal di berbagai industri.
c. Program Pendidikan
STIT Diniyyah Puteri Rahmah El Yunusiyyah yang dipimpin langsung oleh pimpinan Yayasan Rahmah El Yunusiyyah ini yakni generasi keempat dari Rahmah El Yunusiyyah, Fauziah Fauzan El M., SE.Akt, M.Si. memiliki empat program studi, yaitu:
1) Program Studi Pendidikan Agama Islam S1/Konsentrasi Manajemen Pendidikan Islam
2) Program Studi Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak (PGTK)/Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) S1
3) Pendidikan Guru Sekolah Dasar Islam (PGSDI)/Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah (PGMI) S1
4) D2 Program Diploma Hafiz Alquran 30 Juz.
d. Fasilitas
1) Gedung/ruang kuliah sendiri.
2) Staf pengajar dari Al Azhar University Cairo, Madinah Universty, UI, UGM, UIN, IAIN, dan lain-lain.
3) Laboratorium bahasa.
4) Laboratorium komputer/internet.
5) Ruang Micro Teaching.
6) Asrama.
7) Perpustakaan dan Audiovisual.
8) Sarana Ibada.
9) Gedung Pertemuan.

E. Fasilitas Pendidikan, Sarana, dan Prasarana yang ada di Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang
1. Fasilitas Pendukung
a. DTC (Diniyyah Training Centre)
Melayani untuk training personality, motivasi, minat dan bakat, kerja tim dan kewirausahaan. DTC juga terbuka bagi lembaga lain diluar Perguruan Diniyyah Puteri. Sudah pernah mentraining banyak karyawan dari berbagai perusahaan besar seperti PT. Semen Padang, Bank Mandiri Bukittinggi, siswa berbagai sekolah dan sebagainya. Lembaga yang beriri pada tanggal 29 Desember 2004 ini telah banyak menjalan program dengan produk antara lain:
1) Smart Kids 1
2) Smart Kids 2
3) Young Smart 1
4) Young Smart 2
5) Family Smart A
6) Family Smart B
7) Alumni Smart
8) Smart Secretary
9) Smart Personality
10) D-SMArt (Diniyyah Sempoa Mental Aritmatika)
11) Smart Love.
Program pelatihan hasil outsourching/kerjasama dengan instansi lain:
1) Dakwah Fardiyah
2) Dai Remaja
3) Pumping Teacher
4) Managerial Skill
5) Tax and Accounting.
b. DITC (Diniyyah Information Technologi Centre)
Mempersiapkan dan melatih teknologi informasi bagi siswi, guru dan karyawati Perguruan Diniyyah Puteri di bidang komputer seperti Microsoft Office, Photoshop, Webdesign, Programming, Hotspot, Internet dan lain-lain.
c. DRC (Diniyyah Receach Centre)
Selain menfasilitasi social and science club bagi siswi Perguruan Diniyyah Puteri, juga melayani untuk umum yaitu sebagai:
1) Konsultan pendidikan
2) Konsultan manajemen bisnis
3) Penelitian, penerbitan dan publiasi buku dan jurnal ilmiah
d. DCC (Diniyyah Counceling Centre)
Yaitu layanan di bidang konseling, baik pribadi, soial, bimbingan belajar dan karir, baik untuk siswi, mahasiswimaupun guru dan karyawati Perguruan Diniyyah Puteri.
e. DTQ (Diniyyah Tahfizul Quran)
Membimbing siswi Perguruan Diniyyah Puteri dan masyarakat umum yang berniat menghafal Alquran dan mempelajari Alquran lebih dalam.
f. Poliklinik
Poliklinik Perguruan Diniyyah Puteri selain bagi siswi Perguruan Diniyyah Puteri juga melayani masyarakat sekitar. Poliklinik ini pernah menjadi poliklinik teladan tingkat nasional.
g. Mini Market
Selain sebagai salah satu badan usaha Perguruan Diniyyah Puteri, mini market juga tempat siswi memenuh kebutuhan dan tempat belajar dan latihan kewiausahaan.
h. Loundry
Selain sebagai salah satu badan usaha Perguruan Diniyyah Puteri, loundry juga tempat siswi memenuh kebutuhan dan tempat belajar dan latihan kewiausahaan.
i. Catering
Selain bagi siswi yang tinggal di asrama, catering Perguruan Diniyyah Puteri juga melayani pesanan dari luar untuk berbagai acara seperti pesta dan sebagainya.
j. Wisma dan Penginapan
Wisma dan penginapan Perguruan Diniyyah Puteri ikut mendukung pariwisata Kota Padang Panjang karena menjadi salah satu penginapan bagi wisatawan dan orang yang berkunjung ke Padang Panjang.
2. Sarana dan Prasarana
Seluruh program pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak Islam sampai dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah terpusat pada kampus Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang Jl. Abdul Hamid Hakim no. 30 Padang Panjang Smatera Barat. Adapun sarana yan ada antara lain:
a. Di Lingkungan Sekolah
1) Ruang kelas yang nyaman
2) Lapangan olahraga
3) Laboratorium IPA (fisika, kimia, biologi)
4) Laboratorium komputer
5) Laboratorium bahasa (Arab dan Inggris)
6) Perpustakaan
7) Aula serbaguna
8) Ruang praktek keterampilan tataboga
9) Ruang praktek keterampilan tata busana dan bordir
10) Ruang audio visual dan peralatan pengajaran multi media
11) Training centre.
b. Asrama dan Penunjangnya
1) Ruang tidur sistem barak
2) Masjid berkapasitas 750 orang
3) Ruang makan multifungsi
4) Fasilitas hibura islami
5) Taman bacaan remaja islami
6) Poliklinik 24 jam
3. Kegiatan Ekstra Kurikuler
a. Tujuan
1) Membentuk generasi Qurani yang memilikikeahlian sesuai dengan bakat dan kemampuan intelejensinya.
2) Menyiapkan kader-kader pemimpin islam masa depan yang memiliki ruhiyah yang kuat, jiwayang tegar dan mandiri, serta intelektual yang tingi.
b. Macam-macam
1) Organisasi dan kepemimpinan
2) Pramuka
3) Muhadharah dalam Bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris
4) Kesenian (talempong, pauan suara, nasyid, teater, seni tari, dll)
5) Hafiz Alquran dan seni membaca Alquran
6) Kaligrafi
7) Keterampilan rumah tangga (tata boga, tata busana, bordir)
8) Drum band.

F. Keadaan Siswi, Guru dan Karyawan Perguruan Diniyyah Puteri
Siswi dan mahasiswi Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai Sekolah tinggi saat ini berjumlah 957 orang dengan jumlah karyawan dan guru berjumlah 500 orang.
Tenaga pengajar di Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang adalah mereka yang telah memiliki pengalaman dalam pendidian agama dan eksak yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan laur negeri seperti:
1. Universitas Al Azhar Kairo
2. Universitas Indonesia
3. Universitas Negeri padang
4. IAIN IB Padang
5. LIPIA Jakarta
6. Universitas NegeriMalang
7. Universitas Andalas
8. Sekoah Tinggi Seni Indonesia, dll.

G. Prestasi yang Pernah Diraih Perguruan Diniyyah Puteri
1. Tingkat Nasional
a. Juara III sekolah berprestasi tingkat nasional 2007/2008
b. Finalis lomba PASIAD matematika tingkat nasional 2007
c. Juara I poliklinik berprestasi tingkat nasional.
2. Tingkat Provinsi
a. Juara I sekolah berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat 2007/2008
b. Juara III guru berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat 2007/2008 atas nama Siti Hawa
c. Juara III siswa berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat 2008/2009 atas nama Violita Sinda Arinda
d. Juara III guru berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat 2008/2009 atas nama Sumiatai, S.Pd.
e. Juara I putri lomba tahfizh tingkat SD/MI/SDIT Provinsi Sumatera Barat 2009
f. Juara I putra lomba tahfizh tingkat SD/MI/SDIT Provinsi Sumatera Barat 2009
g. 16 besar lomba karate Pordini Provinsi Sumatera Barat 2007
h. Juara III cerdas cermat TPA Provinsi Sumatera Barat
i. 6 besar sepak takraw Provinsi Sumatera Barat
j. Juara I sekolah berprestasi Depag tingkat Provinsi Sumatera Barat 2007/2008
k. Juara II guru berprestasi Depag tingkat Provinsi Sumatera Barat 2007/2008
l. Juara III siswa madrasah berprestasi tingkat MI Provinsi Sumatera Barat 2008/2009
m. Juara III guru madrasah berprestasi tingkat MI Provinsi Sumatera Barat 2008/2009.
3. Tingkat Kota
a. Juara III tenis meja putri HUT RI ke 59 Kota Padang Panjang 2004
b. Juara II MSQ SD dalam rangka menyambut 1 Muharram 1424 H Kota Padang Panjang
c. Juara III cerdas cermat SD dalam rangka menyambut 1 Muharram 1424 H Kota Padang Panjang
d. Juara III putra do’a sehari-hari DDS Kota Padang Panjang 2004
e. Juara I putri do’a sehari-hari DDS Kota Padang Panjang 2004
f. Juara I putri dakwah DDS Kota Padang Panjang 2004
g. Juara I putri MSQ DDS Kota Padang Panjang 2004
h. Juara II sepak takraw SD Hardiknas Kota Padang Panjang 205
i. Juara III TPA/TPSA dalam rangka menyambut 1 Muharam 1427 H Padang Panjang
j. Juara I cerdas cermat TPA/TPSA Kota Padang Panjang 2005
k. Juara I melukis dalam rangka HUT Kota Padang Panjang 2005
l. Juara I pramuka dalam rangka HUT Kota Padang Panjang 2005
m. Juara I catur Porsenida Padang Panjang 2006
n. Juara III takraw Porsenida Padang Panjang 2006
o. Juara III MSQ Padang Panjang & Tanah Datar 2006
p. Harapan III drum band SD HUT Padang Panjang ke 216
q. Juara II KIM Pramuka pada HUT pramuka ke 45
r. Juara II pacu karungPramuka pada HUT pramuka ke 45
s. Juara III PASIAD matematika Padang Panjang 2007
t. Juara II putri pesta siaga pramuka hari pramuka ke 46
u. Juara I karate SD Porsenida Padang Panjang 2007
v. Juara III da’i cilik HUT RI 2007
w. Juara III melukis HUT RI 2007
x. Juara I sekolah sehat Padang Panjang 2007
y. Juara III kepala SD berprestasi dan berdidikasi Padang Panjang 2007
z. Juara I busana muslim SD Padang Panjang 2008
aa. Harapan I drum band Hardiknas Padang Panjang 2008
bb. Juara II bulu tangkis putra SD Porsenida Padang Panjang 2008
cc. Harapan III asma’ul husna TPA/TPSA PABASKO HIMA 2008
dd. Juara I putri pesta siaga pramuka hari pramuka ke 47
ee. Juara I bulu tangkis Porsenida 2009
ff. Juara I karate Porsenida 2009
gg. Juara I catur Porsenida 2009
hh. Juara I da’i cilik TPA/TPSA Padang Panjang 2010.
4. Tingkat Kecamatan, Kelurahan dan Daerah Setempat
a. Juara II shalat wajib putri HUT RI ke 59 tingkat Padang Panjang Barat 2004
b. Juara I UKS tingkat Padang Panjang Barat 2005
c. Juara III rebana TPA/TPSA 2005
d. Juara II shalat jenazah SD HUT RI ke 60 tingkat Padang Panjang Barat 2005
e. Juara I cerdas cermat Gebyar II SMPN 2 Padang Panjang 2006
f. Juara I busana muslim Gebyar II SMPN 2 Padang Panjang 2006
g. Juara umum Gebyar II SMPN 2 Padang Panjang 2006
h. Juara I bintang nasyid Musda PKS Padang Panjang 2006
i. Juara I tahfizh Musda PKS Padang Panjang 2006
j. Juara III tahfizh Musda PKS Padang Panjang 2006
k. Juara I da’i cilik Musda PKS Padang Panjang 2006
l. Juara I UKS Padang Panjang Barat 2009
m. Juara I cerdas cermat SD/MI Gebyar IV SMPN 2 Padang Panjang 2010
n. Juara III tahfizh Quran SD/MI Gebyar IV SMPN 2 Padang Panjang 2010
o. Juara umum Gebyar IV SMPN 2 Padang Panjang 2010.

H. Program Perguruan Diniyyah Puteri
Perguruan Diniyyah Puteri Padang panjang memiliki beberapa program untuk masa yang akan datang, yaitu diantaranya:
1. Meningkatkan status Perguruan Diniyyah Puteri dari Sekolah Standar nasional (SSN) menjadi Sekolah Berstandar Internasional (SBI).
2. Meningkatkan daya tampung dan meningkatkan sarana dan prasarana.
3. Melaksanakan seminar dan training rutin untuk keluarga Perguruan Diniyyah Puteri dan untuk umum.
4. Mengembangkan usaha yang telah ada dan menambah badan usaha baru.
5. Selalu konsinten meningkatkan kualitas pendidikan yang berbasis islam dan teknologi informasi.
6. Mengusulkan kepada pemerintah untuk mengangkat Rahmah El Yunusiyyah menjadi pahlawan nasional

di ambil dari http://ismikhadijah.wordpress.com/mahad-diniyyah-puteri-padang-panjangtempatku-tertarbiyah-selama-6-tahun/
Read More »

Jumat, 01 Juni 2012

Ini Kisahku. Kamu?

Terkadang ada yang bilang cerita itu membosankan dan ada yang bilang menyenangkan, itu sih tergantung dengan bahasan yang akan diceritakan, cerita yang hanya gurauan belaka dan kosong dengan isi dan manfaat maka bisa dianggap ini adalah cerita kosong tapi bagaimana jika berbagi cerita mendatangkan manfaat dan pengalaman serta semangat dengan meyebutkan mimpi-mimpi? wahhh sungguh akan mengasyikkan bukan?

pernah ngga' sahabat semua mendengar cerita dari teman-teman atau orang lain yang menimbulkan semangat?, nah disini saya juga ingin bebagi tentang pengalaman saya, jangan kemana-mana ya!

aku adalah aeorang anak yang juga mempunyai banyak impian sama seperti anak-anak yang lain tapi aku sedikit pendiam dan tertutup, bahkan untuk sekedar mengungkapkan mimpi-mimpiku yang kadang aku anggap terlalu tinggi pun sepertinya itu mustahil, tapi jauh didalam hati aku selalu berharap mimpi-mimpiku akan menjadi kenyataan. karena bagiku berbeda antara cita-cita dan target aku selalu menganggap mimpiku itu adalah sebuah target karena lebih cendrung mempunyai tujuan dari pada cita-cita, itu kan menurutku mungkin teman-teman yang lain juga setuju.

sebelum menyiapkan target tentu kita harus tahu apa sih kemampuan kita! karena keselarasan antara kemampuan dan tujuan saling membantu dan mempermudah antara satu sama lain, karena jika kita melakukan dengan suka dan  kita juga berkompeten dengan hal itu lalu apa lagi? segala rintangan yang dihadapi pasti akan dilalui dengan semangat juang dan menganggap ini adalah sebuah tantangan kesuksesan sehingga kita tidak mudah putus asa. berbeda lo dengan orang yang hanya menganggap mimpinya itu sebagai cita-cita atau keinginan saja dan kompetensinya juga kurang maka wajar ketika mereka menemukan rintangan pasti akan putus dijalan kasihankan padahal untuk mnimbulkan hal itu susah lho.

lalu apa yang harus dilakukan ketika kita memutuskan sebuah target? yang pertama kali aku lakukan adalah membuat motto. karena hidup  harus ada motto,  kenapa? karena motto itu adalah "pengaruh" atau saya lebih suka membahasakannya dengan target global, walaupun global tapi ia mempunyai kekhususan sendiri,,,mottoku adalah "THINK GLOBALLY, ACT LOCALLY" (berpikir global bertindak lokal). simple tapi ini sangat berpengaruh dalam hidup bukan???

lalu mungkin timbul pertanyaan bagaimana cara kita menentukan target-target kita? wahhhh ini adalah hal yang mudah-mudah susah lo temen-temen, karena tidak semua orang yang tahu kompetensi dirinya sendiri, ni aku kasih tips ala wieke oktora olivia:

kenali apa yang anda sukai, saya yakin teman-teman semua pasti mempunyai banyak kesukaan, dan diantara kesukaan itu pasti ada yang lebih disukai, nahhh jangan dianggap sepele jangan-jangan itu adalah kompetensi anda yang muncul ke permukaan maka jangan lewatkan begitu saja pernah dengar kan istilah yang bilang "KESEMPATAN HANYA DATANG SATU KALI" ini benar lho!!!

jadi diri sendiri, apakah anda mempunyai fans atau orang-orang yang sangaaaaaat anda sukai, kagumi dll???saya yakin setiap orang mempunyai hal itu tapi masalahnya mereka justru meniru-niri gaya fans-fansnya tersebut sehingga ketika fansnya mempunyai gaya yang berbeda tidak jarang yang juga ikut-ikutan dan melupakan diri sendiri, jangan sampai sobat kena virus ini karena SETIAP ORANG TERLAHIR ISTIMEWA jangan sampai KEISTIMEWAAN ANDA tergantikan dengan meniru keistimewaan orang lain. karena perlu diketahui orang yang sering meniru-niru orang lain ntah apakah itu gaya, style dan lain-lain itu tidak akan berlangsung lama dan cendrung mudah bosan.

sebagaimana yang disebutkan diatas "buat slogan hidup" slogan hidup temen-temen harus sesuai dengan keadaan kalian sendiri dan sekali lagi jangan meniru-niru slogan orang lain karena mungkin itu kurang cocok dengan anda kecuali jika anda mengganggap slogan itu mirip dengan anda dan berpengaruh kepada kehidupan anda, seperti meniru slogan orang tua, motivator, trainer, atau ilmuwan-ilmuwan yang terkenal dengan keberhasilannya. its oke!!!

setelah itu baru susun target anda daaaan jangan lupa untuk membuat target waktunya misalnya, saya ingin jadi penulis dan menyiapkan satu buku ditahun 2013, ini harus dilakukan dengan ngemil alias sedikit demi sedikit jangan sekaligus karena itu akan membuat anda cepat bosan.
nah temen-temen semua ada yang perlu diketahui ketika kita telah mencapai satu target jangan pernah puas sampai disitu raihlah target-target yang lain maka dengan itu temen-temen semua akan selalu melakukan inovasi dari waktu ke waktu.

jika temen-temen mendengar cemoohan dari orang lain anggaplah itu sebagai bumbu kehidupan karena hidup juga harus ada manis asam asinnya alias nano nano malahan kita harus berterima kasih kepada mereka,  karena ada mereka kita  tambah termotivasi, dan  renungkan kata-kata ini "KAMU BOLEH MENGATAKAN APA SAJA TENTANGMU HARI INI KALAU ITU FAKTANYA BENAR. TAPI INGATKAMU AKAN MERUBAH PANDANGANMU TERHADAPKU KETIKA KAMU MELIHAT KESUKSESANKU" hmmm lalu apa lagi yuk menjadi generasi perubah bukan generasi penerus. pilihan ada ditangan anda karena hidup adalah pilihan.

ini kisahku lalu bagaimana dengan kisahmu?

Read More »

Minggu, 27 Mei 2012

Lemahnya Pengawasan Kinerja Guru

Pendidikan   Nasional   yang   berlandaskan falsafah   Pancasila   dan  Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan  dan    membentuk  watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu , peningkatan relevansi pendidikan dan peningkatan efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olahhati, olahpikir, olahrasa dan olahraga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Peningkatan efisiensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis sekolah dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.

Implementasi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan, yaitu: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

Ketika situasi Sekolah harus menerapkan keseriusan dalam melaksanakan 8 Standar Nasional Pendidikan tersebut diatas dan membutuhkan para pengelola untuk mengemban tugas-tugas edukatifnya, maka peranan Pengawas turut menentukan baik untuk peningkatan kompetensi para pengelola maupun  terhadap pengembangan program-program kependidikan tersebut.

PENGAWASAN KINERJA GURU DI LEMBAGA ISLAM

1.      Lemahnya Pengawasan Kinerja Guru.

Begitu Lemahnya pengawasan terhadap kinerja guru – guru dilapangan membuat kualitas serta mutu dalam pendidikan semakin merosot , bahkan banyak sekali ditemui di lapangan anak – anak Sekolah Dasar Negeri kelas tiga tidak dapat membaca dan berhitung seperti halnya anak Sekolah Taman Kanak – Kanak ( TK ).
Hal ini sangat disayangkan sekali dan penyebab dari semua itu dikarenakan kualitas dari pendidik / guru - guru itu sendiri, bahkan rasa tanggung jawab terhadap mengajarnya pun sangat rendah dan yang lebih di parah lagi guru-guru yang memegang kelas (wali kelas) membiarkan para anak-anak didiknya belajar sendiri dari buku-buku yang ada di sekolahan , mereka lebih mementingkan membereskan uang tabungan dari murid-muridnya.

Semuanya tidak terlepas dari peran kepala sekolah yang kurang dalam mengontrol/mengawasi ke kelas-kelas , malahan ada kepala sekolahnya yang juga datangnya terlambat dan tidak pernah juga memberikan mata pelajaran .

Dari pantauan disalah satu Sekolah Dasar Negeri yang berada di kecamatan kadipaten ada seorang Ibu pengajar/guru selama tujuh bulan lebih sama sekali tidak masuk dan kalaupun datang ke sekolahan tersebut hanya kalau gajian pada tanggal muda dan herannya guru ini mendapatkan Sertifikasi dan hal tersebut di biarkan oleh kepala sekolahnya.

Dalam hal ini pemberian sertifikasi ini sangat-sangatlah  jelas-jelas tidaklah tepat di berikan terhadap guru-guru / kepala sekolah yang sangat malas mengajar dan hanya makan gaji buta.
Keberadaan guru-guru/kepala sekolah yang bersertifikasi ini ternyata banyak dipergunjingkan dikalangan guru-guru itu sendiri sehingga menimbulkan kecemburuan dari guru bantu yang ada pada sekolahannya masing-masing.

Mereka ada yang berani angkat bicara serta membanding-bandingkan kerajinannya dalam mengajar sehari – hari ,sehingga mereka meminta kepada Kementerian Pendidikan dan kepala dinas pendidikan kabupaten majalengka Drs . H ,Sanwasi ,MPd . agar dapat lebih tegas bila perlu diberi sangsi yang lebih berat dan kiranya dapat meninjau langsung kelapangan untuk melihat keadaan yang sebenarnya terjadi dan jangan mudah percaya dengan absensi di sekolah-sekolah  yang gampang di rekayasa / manipulasi data sehingga dapat menghantarkan para guru untuk mendapatkan secarik kertas yang ada tulisan sertifikasi, dikarenakan mereka itu mampu memberikan sesuatu (uang ) untuk meloloskan dan mendapatkan secarik kertas yang bertuliskan SERTIFIKASI berapapun kisarannya , nah ini kita melihat sisi buram / buruk dari program sertifikasi guru.

Dalam terlusuran wartafokus dilapangan di Sekolah Dasar Negeri Biawak desa pasir ipis kecamatan kertajati, ada guru yang sama sekali tidak mau mengajar bahkan menyuruh pada guru bantu untuk mengantikan perannya di Sekolahan itu dan diakhir bulan guru bantu tersebut diberikan upah oleh guru yang malas mengajar dan disibukan dengan usahanya sebagai pedagang kayu-kayu kusen.

Ternyata guru yang malas tersebut adalah asli penduduk setempat ( biawak ) desa pasir ipis kecamatan kertajati sehingga kepala sekolahnya sendiri tidak berani menegur apa lagi memberikan sangsi dikarenakan guru tersebut adalah seorang yang terkenal di desanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Drs, H. Sanwasi.MPd,saat ditemui di ruang kerjanya memberikan penjelasan, nanti akan kita atur dalam aturan baru yang akan mengatur semuanya itu, terlepas dari banyaknya atau tidaknya guru yang menunjukan kinerja buruk dalam hal ini kita telah mengambil langkah-langkah perbaikan.

“Kini untuk sertifikasi tidak lagi dilakukann lewat portofolio namun dilakukan lewat pendidikan secara langsung dan hal itu untuk memperbaiki kekurangan yang telah dilakukan sebelumnya,karena dengan portofolio banyak sekali kelemahannya,namun dengan penyelenggaraan pendidikan seperti yang akan dilakukan nanti diharapkan kemampuan serta kualitas guru – guru dalam mengajar benar – benar teruji.”tegas Sanwasi.

Masalah guru – guru yang malas mengajar, Sanwasi mengatakan “kita akan terus meningkatkan di bidang pengawasan yang di perankan oleh pengawas – pengawas yang bertugas dilapangan”,tandasnya.

Kenapa  bisa terjadi dilapangan ada guru – guru yang malas dan kepala sekolah yang tidak memberikan mata pelajaran terhadap anak didiknya hal ini tidak terlepas juga dari para pengawas , serta Unit Pelayanan Teknis Daerah ( UPTD ) yang ada diwilayahnya masing - masing yang juga turut malas mengawasi dilapangan tersebut sehingga terjadi demikian.

‘Kami berjanji akan segera berbenah sehingga pendidikan yang ada di majalengka lebih menuju pada kualitas yang lebih baik” tutur Sanwasi.[1]

2.      Tugas Pokok Pengawas Sekolah.

Tugas pokok pengawas sekolah/satuan pendidikan adalah melakukan penilaian dan pembinaan dengan melaksanakan fungsi-fungsi supervisi, baik supervisi akademik maupun supervisi manajerial. Berdasarkan tugas pokok dan fungsi di atas minimal ada tiga kegiatan yang harus dilaksanakan pengawas yakni:

a.       Melakukan pembinaan pengembangan kualitas sekolah, kinerja kepala sekolah, kinerja guru, dan kinerja seluruh staf sekolah.
b.      Melakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaan program sekolah beserta pengembangannya.
c.       Melakukan penilaian terhadap proses dan hasil program pengembangan sekolah secara kolaboratif dengan stakeholder sekolah.

Mengacu pada SK Menpan nomor 118 tahun 1996 tentang jabatan fungsional pengawas dan angka kreditnya, Keputusan bersama Mendikbud nomor 03420/O/1996 dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara nomor 38 tahun 1996 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional pengawas serta Keputusan Mendikbud nomor 020/U/1998 tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kreditnya, dapat dikemukakan tentang tugas pokok dan tanggung jawab pengawas sekolah yang meliputi:
a.       Melaksanakan pengawasan penyelenggaraan pendidikan di sekolah sesuai dengan penugasannya pada TK, SD, SLB, SLTP dan SLTA.
b.      Meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar/bimbingan dan hasil prestasi belajar/bimbingan siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

Tugas pokok yang pertama merujuk pada supervisi atau pengawasan manajerial sedangkan tugas pokok yang kedua merujuk pada supervisi atau pengawasan akademik. Pengawasan manajerial pada dasarnya memberikan pembinaan, penilaian dan bantuan/bimbingan mulai dari rencana program, proses, sampai dengan hasil. Bimbingan dan bantuan diberikan kepada kepala sekolah dan seluruh staf sekolah dalam pengelolaan sekolah atau penyelenggaraan pendidikan di sekolah untuk meningkatkan kinerja sekolah. Pengawasan akademik berkaitan dengan membina dan membantu guru dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran/bimbingan dan kualitas hasil belajar siswa.

Sedangkan wewenang yang diberikan kepada pengawas sekolah meliputi: (1) memilih dan menentukan metode kerja untuk mencapai hasil yang optimal dalam melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kode etik profesi, (2) menetapkan tingkat kinerja guru dan tenaga lainnya yang diawasi beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya, (3) menentukan atau mengusulkan program pembinaan serta melakukan pembinaan. Wewenang tersebut menyiratkan adanya otonomi pengawas untuk menentukan langkah dan strategi dalam menentukan prosedur kerja kepengawasan. Namun demikian pengawas perlu berkolaborasi dengan kepala sekolah dan guru agar dalam melaksanakan tugasnya sejalan dengan arah pengembangan sekolah yang telah ditetapkan kepala sekolah.

Berdasarkan kedua tugas pokok di atas maka kegiatan yang dilakukan oleh pengawas antara lain:
a.       Menyusun program kerja kepengawasan untuk setiap semester dan setiap tahunnya pada sekolah yang dibinanya.
b.      Melaksanakan penilaian, pengolahan dan analisis data hasil belajar/bimbingan siswa dan kemampuan guru.
c.       Mengumpulkan dan mengolah data sumber daya pendidikan, proses pembelajaran/bimbingan, lingkungan sekolah yang berpengaruh terhadap perkembangan hasil belajar/bimbing­an siswa.
d.      Melaksanakan analisis komprehensif hasil analisis berbagai faktor sumber daya pendidikan sebagai bahan untuk melakukan inovasi sekolah.
e.       Memberikan arahan, bantuan dan bimbingan kepada guru tentang proses pembelajaran/bimbingan yang bermutu untuk meningkatkan mutu proses dan hasil belajar/ bimbing­an siswa.
f.       Melaksanakan penilaian dan monitoring penyelenggaran pendidikan di sekolah binaannya mulai dari penerimaan siswa baru, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan ujian sampai kepada pelepasan lulusan/pemberian ijazah.
g.      Menyusun laporan hasil pengawasan di sekolah binaannya dan melaporkannya kepada Dinas Pendidikan, Komite Sekolah dan stakeholder lainnya.
h.      Melaksanakan penilaian hasil pengawasan seluruh sekolah sebagai bahan kajian untuk menetapkan program kepengawasan semester berikutnya.
i.        Memberikan bahan penilaian kepada sekolah dalam rangka akreditasi sekolah.
j.        Memberikan saran dan pertimbangan kepada pihak sekolah dalam memecahkan masalah yang dihadapi sekolah berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan.[2]

3.      Problematika yang dihadapi kinerja guru PAI.

Kinerja guru di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) MAN dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) masih membutuhkan efektifnya kepengawasan dari Depag. Kenyataan di lapangan menunjukkan, peningkatan kinerja guru di Madrasah masih bergantung pada kondisi proses kepengawasan yang baik. Pengembangan ketenagaan guru dan penguasaan teknik supervisi akademik dari pengawas. Kondisi di lapangan juga menunjukkan, kalau program pengembangan ketenagaan, kinerja proses kepengawasan dan penguasaan teknik supervisi akademik dilaksanakan dengan baik berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja guru-guru MANdan MTs. Hal tersebut disampaikan Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Drs H Fathi Ismail setelah dirinya melakukan penelitian lapangan terhadap kinerja kepengawasan Departemen Agama di Jakarta Selatan. Penelitiannya mengambil responden para Pengawas Pendidikan Agama Islam dari Depag untuk guru-guru MAN dan MTsN di Jakarta Selatan. Hasil penelitiannya diangkat dalam karya disertasinya dan dipresentasikan untuk memperoleh gelar Doktor bidang Ilmu Agama Program Pascasarjana (PPs) UIN , baru-baru ini.[3]

4.      Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru diantaranya tingkat pendidikan guru, supervisi pengajaran, program penataran, iklim yang kondusif, sarana dan prasarana, kondisi fisik dan mental guru, gaya kepemimpinan kepala sekolah, jaminan kesejahteraan, kemampuan manajerial kepala sekolah dan lain-lain.
Pertama, tingkat pendidikan guru akan sangat mempengaruhi baik tidaknya kinerja guru. Kemampuan seorang sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikannya, karena melalui pendidikan itulah seseorang mengalami proses belajar dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa. Selama menjalani pendidikannya seseorang akan menerima banyak masukan baik berupa ilmu pengetahuan maupun keterampilan yang akan mempengaruhi pola berpikir dan prilakunya. Ini berarti jika tingkat pendidikan seseorang itu lebih tinggi maka makin banyak pengetahuan serta ketrampilan yang diajarkan kepadanya sehingga besar kemungkinan kinerjanya akan baik karena didukung oleh bekal ketrampilan dan pengetahuan yang diperolehnya.

Kedua, faktor lain yang mempengaruhi kinerja guru adalah supervisi pengajaran yaitu serangkaian kegiatan membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya. Kepala sekolah bertugas memberikan bimbingan, bantuan, pengawasan dan penelitian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan pengembangan pengajaran berupa perbaikan program dan kegiatan belajar mengajar. Sasaran supervisi ditujukan kepada situasi belajar mengajar yang memungkinkan terjadinya tujuan pendidikan secara optimal.
Ketiga, kinerja guru juga dipengaruhi oleh program penataran yang diikutinya. Untuk memiliki kinerja yang baik, guru dituntut untuk memiliki kemampuan akademik yang memadai, dan dapat mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya kepada para siswa untuk kemajuan hasil belajar siswa. Hal ini menentukan kemampuan guru dalam menentukan cara penyampaian materi dan pengelolaan interaksi belajar mengajar. Untuk iitu guru perlu mengikuti program-program penataran.

Keempat, iklim yang kondusif di sekolah juga akan berpengaruh pada kinerja guru, di antaranya : pengelolaan kelas yang baik yang menunjuk pada pengaturan orang (siswa), maupun pengaturan fasilitas (ventilasi, penerangan, tempat duduk, dan media pengajaran). Selain itu hubungan antara pribadi yang baik antara kepala sekolah, guru, siswa dan karyawan sekolah akan membuat suasana sekolah menyenangkan dan merupakan salah satu sumber semangat bagi guru dalam melaksanakan tugasnya.
Kelima, agar guru memiliki kinerja yang baik maka harus didukung oleh kondisi fisik dan mental yang baik pula. Guru yang sehat akan dapat menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik. Oleh karenanya faktor kesehatan harus benar-benar diperhatikan. Begitu pula kondisi mental guru, bila kondisi mentalnya baik dia akan mengajar dengan baik pula.

Keenam, tingkat pendapatan dapat mempengaruhi kinerja guru. Agar guru benar-benar berkonsentrasi mengajar di suatu sekolah maka harus diperhatikan tingkat pendapatannya dan juga jaminan kesejahteraan lainnya seperti pemberian intensif, kenaikan pangkat/gaji berkala, asuransi kesehatan dan lain-lain.
Ketujuh, peningkatan kinerja guru dapat dicapai apabila guru bersikap terbuka, kreatif, dan memiliki semangat kerja yang tinggi. Suasana kerja yang demikian ditentukan oleh gaya kepemimpinan kepala sekolah, yaitu cara kepala sekolah melaksanakan kepemimpinan di sekolahnya.

Kedelapan, kemampuan manajerial kepala sekolah akan mempunyai peranan dalam meningkatkan kinerja guru. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal merupakan suatu pola kerjasama antara manusia yang saling melibatkan diri dalam satu unit kerja (kelembagaan). Dalam proses mencapai tujuan pendidikan, tidak bisa terlepas dari dari kegiatan administrasi.[4]

Kegiatan adminstrasi sekolah mencakup pengaturan proses belajar mengajar, kesiswaan , personalia, peralatan pengajaran, gedung, perlengkapan, keuangan serta hubungan masyarakat. Dalam proses administrasi terdapat kegiatan manajemen yang meliputi kemampuan membuat perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan. Bila kepala sekolah memiliki kemampuan manajerial yang baik, maka pengelolaan terhadap komponen dan sumber daya pendidikan di sekolah akan baik, ini akan mendukung pelaksanaan tugas guru dan peningkatan kinerjanya.


KESIMPULAN

1.      Begitu Lemahnya pengawasan terhadap kinerja guru – guru dilapangan membuat kualitas serta mutu dalam pendidikan semakin merosot , bahkan banyak sekali ditemui di lapangan anak – anak Sekolah Dasar Negeri kelas tiga tidak dapat membaca dan berhitung seperti halnya anak Sekolah Taman Kanak – Kanak ( TK ).

Hal ini sangat disayangkan sekali dan penyebab dari semua itu dikarenakan kualitas dari pendidik / guru - guru itu sendiri, bahkan rasa tanggung jawab terhadap mengajarnya pun sangat rendah dan yang lebih di parah lagi guru-guru yang memegang kelas (wali kelas) membiarkan para anak-anak didiknya belajar sendiri dari buku-buku yang ada di sekolahan , mereka lebih mementingkan membereskan uang tabungan dari murid-muridnya.

2.      Tugas pokok pengawas sekolah:
a.       Melakukan pembinaan pengembangan kualitas sekolah, kinerja kepala sekolah, kinerja guru, dan kinerja seluruh staf sekolah.
b.      Melakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaan program sekolah beserta pengembangannya.
c.       Melakukan penilaian terhadap proses dan hasil program pengembangan sekolah secara kolaboratif dengan stakeholder sekolah.
3.      tugas pokok dan tanggung jawab pengawas sekolah yang meliputi:
a.       Melaksanakan pengawasan penyelenggaraan pendidikan di sekolah sesuai dengan penugasannya pada TK, SD, SLB, SLTP dan SLTA.
b.      Meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar/bimbingan dan hasil prestasi belajar/bimbingan siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.


[1] http://wartafokus.com/pendidikan/umum/59-sangat-lemahnya-pengawasan-terhadap-kinerja-guru.html
[2] http://tangerangkab.pokjawas.org/berita/3-terbaru/5-tugas-pokok-pengawas-sekolah.html
[3] http://www.pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=6173
[4] http://sabrinafauza.wordpress.com/2010/04/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-kinerja-guru/
Read More »

Selasa, 22 Mei 2012

Kompetensi Inti Guru Kompetensi Guru Tk/Paud

Kompetensi Pedagodik

1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.
  • Memahami karakteristik peserta didik usia TK/PAUD yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, dan latar belakang sosial-budaya.
  • Mengidentifikasi potensi peserta didik usia TK/PAUD dalam berbagai bidang pengembangan.
  • Mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik usia TK/PAUD dalam berbagai bidang pengembangan.
  • Mengidentifikasi kesulitan peserta didik usia TK/PAUD dalam berbagai bidang Pengembangan.

2. Menguasai teori belajar dan prinsipprinsip pembelajaran yang mendidik.
  • Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip bermain sambil belajar yang mendidik yang terkait dengan berbagai bidang pengembangan di TK/PAUD.
  • Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik bermain sambil belajar yang bersifat holistik, otentik, dan bemakna, yang terkait dengan berbagai bidang pengembangan di TK/PAUD.

3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan yang diampu.
  • Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.
  • Menentukan tujuan kegiatan pengembangan yang mendidik.
  • Menentukan kegiatan bermain sambil belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pengembangan.
  • Memilih materi kegiatan pengembangan yang mendidik yaitu kegiatan bermain sambil belajar sesuai dengan tujuan pengembangan
  • Menyusun perencanaan semester, mingguan dan harian dalam berbagai kegiatan pengembangan di TK/PAUD.
  • Mengembangkan indikator dan instrument penilaian.

4. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik
  • Memahami prinsip-prinsip perancangan kegiatan pengembangan yang mendidik dan menyenangkan.
  • Mengembangkan komponen-komponen rancangan kegiatan pengembangan yang mendidik dan menyenangkan.
  • Menyusun rancangan kegiatan pengembangan yang mendidik yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, maupun di luar kelas.
  • Menerapkan kegiatan bermain yang bersifat holistik, otentik, dan bermakna.
  • Menciptakan suasana bermain yang menyenangkan, inklusif, dan demokratis
  • Memanfaatkan media dan sumber belajar yang sesuai dengan pendekatan bermain sambil belajar.
  • Menerapkan tahapan bermain anak dalam kegiatan pengembangan di TK/PAUD.
  • Mengambil keputusan transaksional dalam kegiatan pengembangan di TK/PAUD sesuai dengan situasi yang berkembang.
5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik.
  • Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas kegiatan pengembangan yang mendidik.

6. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.
  • Menyediakan berbagai kegiatan bermain sambil belajar untuk mendorong peserta didik mengembangkan potensinya secara optimal termasuk kreativitasnya.
7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.
  • Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik dan santun, baik secara lisan maupun tulisan.
  • Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi pembelajaran yang terbangun secara siklikal dari (a) penyiapan kondisi psikologis peserta didik, (b) memberikan pertanyaan atau tugas sebagai undangan kepada peserta didik untuk merespons, (c) respons peserta didik, (d) reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya.

8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar
  • Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar
  • Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi
  • Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
  • Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
  • Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan mengunakan berbagai instrumen.
  • Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan.
  • Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.
Read More »

Islam dan Kekuatan Politik


PENDAHULUAN
           
Permasalahan krusial yang dihadapi umat islam setelah wafatnya Rasulullah, Muhammad saw. adalah tentang siapa yang akan menggantikan kedudukan beliau sebagai pemimpin umat. Ini terjadi karena baik Al-Qur’an maupun Sunnah Nabi sendiri tidak ada yang secara tegas menjelaskan bagaimana system suksesi dan bentuk pemerintahan yang harus dilaksanakan oleh umat islam setelah beliau. Ini menimbulkan berbagai penafsiran dan perbedaan pendapat yang pada gilirannya melahirkan berbagai aliran politik dalam islam. Perbedaan penafsiran ini akhirnya melahirkan berbagai aliran politik dalam islam seperti Sunni, Syi’ah. Khawarij dan Mu’tazilah.

Adakah system politik dalam islam? Pertanyaan ini barangkali menarik dikemukakan. Karena hingga saat ini dikalangan umat islam sendiri terdapat perbedaan pendapat dalam menjawab permasalahan ini..


ISLAM DAN KEKUASAAN POLITIK

A.      Pengertian Politik
Perkataan politik berasal dari bahasa Latin Politicus dan bahasa Yunani Politicos, artinya (sesuatu yang) berhubungan dengan warga negara atau warga kota. Kedua kata itu berasal dari kata polis, maknanya kota. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989), pengertian politik sebagai kata benda ada 3. Jika dikaitkan dengan ilmu artinya:
  1. Pengetahuan mengenai kenegaraan (tentang system pemerintahan, dasar-dasar pemerintahan).
  2. Segala urusan dan tindakan (kebijaksanaan, siasat dan sebagainya) mengenai pemerintahan atau terhadap negara lain.
  3. Kebijakan, cara bertindak (dalam menghadapi atau menangani suatu masalah).

Karena maknanya yang banyak itu, dalam kepustakaan ilmu politik bermacam-macam definisi tentang politik. Keragaman definisi itu, disebabkan karena setiap sarjana ilmu politik hanya melihat satu aspek atau satu unsur  politik saja. Menurut Miriam Budiardjo (1993: 8,9) ada 5 unsur sebagai konsep pokok dalam politik, yaitu:

  • Negara
  • Kekuasaan
  • Pengambilan keputusan
  • Kebijaksanaan (kebijakan)
  • Pembagian dan penjatahan nilai-nilai dalam masyarakat.

Kelima unsur politik yang dikemukakannya itu berdasarkan definisi politik yang dirumuskannya. Ia menyatakan bahwa “politik (politics) adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu system politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan system itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu.” Untuk melaksanakan tujuan-tujuan system politik itulah diperlukan kelima unsure diatas. Dan dari definisi yang dikemukannya, Miriam Budiardjo melihat kegiatan (politik) merupakan inti definisi politik.

Rumusan yang berbeda dikemukakan oleh Deliar Noer, dengan mempergunakan 2 pendekatan, yakni:
  • Pendekatan nilai
  • Pendekatan perilaku

Deliar mengatakan bahwa “politik adalah segala aktivitas atau sikap yang berhubungan dengan kekuasaan dan yang bermaksud untuk mempengaruhi, dengan jalan mengubah atau mempertahankan suatu macam bentuk atau susunan masyarakat.”

Dari rumusan ini kelihatan bahwa hakikat politik adalah perilaku manusia baik berupa aktivitas maupun sikap, yang bertujuan mempengaruhi atau mempertahankan tatanan suatu masyarakat dengan mempergunakan kekuasaan (Abd. Muin Salim, 1994: 37).

B.       Islam : Agama dan Negara
Sebagaimana semua agama yang datang sebelumnya, islam juga tidak bisa dilepaskan dari sebuah negara yang memberikan perlindungan dan pengikut setia yang menyebarkan ajarannya. Kesimpulannya adalah bahwa semua agama mencakup urusan agama dan dunia secara integral.

Secara tegas dapat dikatakan islam adalah agama dan negara, sebuah agama yang menjadi sumber aturan hukum dan inspirasi. Diatas prinsip-prinsip agama itulah terdapat konstitusi yang dikembangkan oleh para imam mujtahid yang kredibel melalui interpretasi dan legislasi. Para imam mujtahid itulah yang menekuni bidang tersebut secara intensif dan mempersiapkan pemerintahan yang akan dijalankan oleh para politisi, diplomat dan para juris, dan administratur. 

Selama pemegang kendali pemertintahan itu terdiri dari orang-orang yang kaya ide, tidak memaksakan kehendak atau dimonopoli oleh sekelompok orang, maka politik didalam agama tidak akan lepas dari prinsip kepentingan publik dan tidak akan membawa hal-hal yang destruktif. Tetapi akan lain kenyataannya apabila para pemegang kekuasaan bersikap korp.

C.      Hubungan Islam dengan Negara  
Hubungan antara islam dengan negara telah banyak diulas dan dijelaskan oleh para ahli melalui sejumlah penelitian, antara lain oleh Marzuki Wahid dan Rumadi. Dia menjelaskan 3 paradigma mengenai hubungan antara agama dengan negara, yaitu:
  1. Unified Paradigm ( Paradigma Integralistik), yaitu agama dan negara merupakan satu kesatuan (integrated), dan politik atas negara merupakan bagian dari agama; negara merupakan lembaga politik dan lembaga agama sekaligus. Oleh karena itu, dalam paradigma ini ditetapkan bahwa kepala negara adalah pemegang kekauasaan agama dan kekuasaan politik. Pemerintahannya diselenggarakan atas dasar “kedaulatan Tuhan”. Paradigma ini dianut oleh Syi’ah dan Sunni.
  2. Symbiotic Paradigm (Paradigma Simbiotik), yaitu agama dan negara berhubungan secara simbiosis (hubungan saling menguntungkan dan bersifat timbal balik). Agama memerlukan negara dan negara juga memerlukan agama. Agama memerlukan negara karena negara dapat dijadikan media untuk mengembangkan agama; dan negara memerlukan agama karena negara dapat berkembang atas bimbingan etika dan moral agama. Salah seorang pendukung paradigma ini adalah Al-Mawardi.
  3. Secularistic Paradigm (Paradigma Sekularistis). Paradigma ini meruapkan penolakan terhadap dua paradigma sebelumnya. Penganut pardigma ini mengajukan pemisahan (disparitas) agama dan negara atau pemisahan negara dengan agama.. salah seorang pemrakarsanya adalah Ali Abd Al-Raziq. Beliau menjelaskan bahwa islam hanya agama dan tidak mencakup urusan negara.

D.      Prinsip-Prinsip Siyasah Dalam Hidup Bermasyarakat dan Bernegara.
1. Prinsip-Prinsip Dari Al-Qur’an
a.    Kedudukan manusia diatas bumi
Firman Allah swt.
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi.” (Q.S. Al-Baqarah: 30)
b.    Prinsip manusia sebagai umat yang satu
Firman Allah swt.
“Hai manusia, sesungguhnya Kami ciptkan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling taqwa diantara kamu.” (Q.S. Al-Hujurat: 13)
c.    Prinsip menegakkan kepastian hukum dan keadilan
Firman Allah swt. 
“ Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.” (Q.S. An-Nisa’: 58)
d.   Prinsip kepemimpinan
Firman Allah swt. 
“Hai orang-oraqng yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul-Nya dan ulil amri diantara kamu.” (Q.S. An-Nisa’: 59)
e.    Prinsip musyawarah
Firman Allah swt.
“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan sholat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (Q.S. Asy-Syura: 38)
f.     Prinsip persatuan dan persaudaraan
Firman Allah swt.
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan jangnlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyyah) bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakkan antara hatimu lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara.” (Q.S. Ali-Imran: 103)
g.    Prinsip persamaan

h.    Prinsip hidup bertetangga/Hubungan antar negara bertetangga
Firman Allah swt.
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.” (Q.S. An-Nisa’: 2)
i.      Prinsip tolong- menolong dan membela yang lemah
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Q.S. Al-Ma’idah: 2)
j.      Prinsip perdamaian dan peperangan/Hubungan internasional
Firman Allah swt.
“Dan berperanglah dijalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) jangnlah melampaui batas. Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Q.S. Al-Baqarah: 190)
k.    Prinsip ekonomi dan perdagangan
“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu.” (Q.S. An-Nisa’: 29)
l.    Prinsip administrasi dalam perikatan/Mu’amalah

m.  Prinsip membela negara
Firman Allah swt.
“Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepadamu: berangkatlah (untuk berjihad) dijalan Allah, kamu merasa berat dan ingin tinggal ditempatmu? Apakah kamu puas kehidupan didunia sebagai ganti kehidupan diakhirat? Padahal kenikamatan hidup didunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.” (Q.S. At-Taubah: 38)
n.    Prinsip hak-hak asasi
  1. Hak untuk hidup (Q.S. Al-Isra’: 33)
  2. Hak atas milik pribadi dan mencari nafkah (Q.S. An-Nisa’: 32)
  3. Hak atas penghormatan dan kehidupan pribadi (Q.S. An-Nur: 27, Q.S. Al-Hujurat: 11, dan Q.S. Al-Hujurat: 12)
  4. Hak berpendapat dan berserikat


E.       Politik Dalam Islam
Didalam islam, kekuasaan politik kait mengait dengan al-hukm. Perkataan al-hukm dan kata-kata yang terbentuk dari kata tersebut dipergunakan 210 kali dalam Al-Qur’an. Dalam bahasa Indonesia, perkataan al-hukm yang telah dialih bahasakan menjadi hukum intinya adalah peraturan, undang-undang, patokan atau kaidah, dan keputusan atau vonis (pengadilan).

Didalam bahasa arab, kata tersebut yang berpola mashdar (kata benda yang diturunkan dari kata kerja) dapat dipergunakan dalam arti pebuatan atau sifat. Dengan demikian sebagai perbuatan, hukum bermakna membuat atau menjalankan keputusan dan sebagai kata sifat kata itu merujuk pada sesuatu yang diputuskan, yakni  keputusan atau peraturan perundang-undangan seprti dikenal dalam bahasa Indonesia mengenai (sebagian) arti perkataan hukum. Kalau makna perbuatan itu dikaitkan dengan kehidupan masyarkat, arti perbuatan dalam hubungan ini adalah kebijaksanaan (kebijakan) atau pelaksanaan perbuatan sebagai upaya pengaturan masyarakat. Disini jelas kelihatan hubungan al-hukm dengan konsep atau unsur politik yang telah dikemukakan diatas, dan kaitan kata itu dengan kekuasaan politik. Wujud kekuasaan politik menurut agama dan ajaran islam adalah sebuah system politik yang diselenggarakan berdasarkan dan menurut hukum Allah yang terkandung dalam Al-Qur’an (Abd Muin Salim, 1994: 161, 293).

Jika kata  hukm yang berasal dari kata kerja hakama yang terdapat dalam Surah Al-Qolam (68): 36, 39, 48 dan kata  dalam Surah Al-Ma’idah (5): 50, 95 diperhatikan dengan seksama, jelas bahwa arti kata hukm dalam ayat-ayat itu tidak hanya bersandar pada Tuhan, tetapi juga manusia. Ini berarti menurut agama dan ajaran islam ada dua hukum. Pertama adalah hukum yang (ditetapkan) Tuhan dan kedua hukum buatan manusia. Hukum buatan manusia harus bersandar dan tidak boleh bertentangan dengan hukum Tuhan yang terdapat dalam Al-Qur’an seperti yang telah disebutkan diatas.

Politik, kekuasaan dan hukum tersebut diatas sangat erat hubungannya dengan manusia. Al-Qur’an memperkenalkan konsep tentang manusia dengan menggunakan istilah-istilah anatara lain insan dan basyar. Masing masing istilah berhubungn dengan dimensi yang berbeda yang dimiliki manusia. Insan menunjuk pada hakikat manusia sebagai makhluk social budaya dan ekonomi yaitu makluk yang memiliki kodrat hidup bermasyarakat dan berpotensi (berkemampuan) mengembangkan kehidupannya dengan mengolah dan memanfaatkan alam lingkungannya menurut pengetahuan yang diperolehnya. Sedangkan basyar berkenaan dengan hakikat manusia sebagai makhluk politik yakni makhluk yang diberi tanggung jawab dan kemampuan untuk mengatur kehidupannya dengan menegakkan hukum-hukum dan ajaran-ajaran agama.

Manusia diciptakan Allah dengan sifat bawaan ketergantungan kepada-Nya disamping sifat-sifat keutamaan, kemampuan jasmani dan rohani yang memungkinkan ia melaksanakan fungsinya sebagai khalifah untuk kemakmuran bumi. Namun demikian, perlu dikemukakan bahwa dalam keutamaan manusia itu terdapat pula keterbatasan atau kelemhannya. Karena kelemahannya itu, manusia tidak mampu mempertahankan dirinya kecuali dengan bantuan Allah.

Bentuk bantuan Allah itu terutama berupa agama sebagai pedoman hidup didunia dalam rangka mencapai kebahagiaan diakhirat nanti. Dengan bantuan-Nya Allah menunjukkan jalan yang harus ditempuh manusia untuk mencapai tujuan hidupnya. Tujuan hidup manusia hanya dapat terwujud jika manusia mampu mengaktualisasikan hakikat keberadaannya sebagai makhluk utama yang bertanggung jawab atas tegaknya hukum Tuhan dalam pembangunan kemamkmuran dibumi. Untuk itu, Al-Qur’an yang memuat wahyu Allah menunjukkan jalan dan harapan, yakni:
  1. Agar manusia mewujudkan kehidupan yang sesuai dengan fitrah (sifat asal atau kesucian) nya.
  2. Mewujudkan kebajikan atau kebaikan dengan menegakkan hukum.
  3. Memelihara dan memenuhi hak-hak masyarakat dan pribadi, dan pada saat yang sama memelihara diri atau membebaskan diri dari kekejian, kemunkaran dan kesewenang-wenangan.

Untuk itu, diperlukan sebuah system politik sebagai sarana dan wahana (alat untuk mecapai tujuan).

       Al-Qur’an tidak menyebutkan dengan tegas bagaimana mewujudkan suatu system politik. Didalam beberapa ayat, Al-Qur’an hanya menyebut bahwa kekuasaan politik hanya dijanjikan (akan diberikan) kepada orang-orang yang beriman dan beramal soleh. Ini berarti bahwa system politik menurut agama dan ajaran islam terkait dengan kedua factor tersebut. Disisi lain keberadaan sebuah system politik berkaitan pula dengan ruang dan waktu. Ini berarti bahwa system politik adalah budaya manusia sehingga keberadaannya tidak dapat dilepaskan dari dimensi kesejarahan. Karena itu pula lahirnya system politik islami harus dihubungkan dengan sebuah peristiwa bersejarah. Yang dimaksud adalah perjanjian atau bai’at keislaman yang menimbulkan satu perikatan yang berisi pengakuan dan penaklukan diri kepada islam  sebagai agama. Konsekuensi dari perjanjian tersebut adalah terwujudnya sebuah masyarakat muslim yang dikendalikan oleh kekuasaan yang dipegang oleh Rasul. Dengan demikian, terbentuklah sebuah system politik islami yang pertama dengan fungsi dan struktur yang sederhana dalam mayarakat dan negara kota Medinah. System politik ini terjadi setelah disetujuinya piagam Madinah, yang oleh Hamidullah disebut sebagai konstitusi tertulis pertama dalam sejarah pada awal decade ketiga abad VII M (622) atau tahun 1 H. Dengan piagam itu tegaklah system politik islam dalam sebuah negara. Sementara itu perlu dikemukakan walaupun diatas disebutkan system politik islami berawal dari perikatan, namun itu tidaklah berarti bahwa teori perjanjian masyarakat yang dikenal dalam kepustakaan ilmu politik sama dengan perjanjian keislaman tersebut diatas. Perjanjian keislaman itu merupakan konsep baru, disamping konsep-konsep yang telah dikenal. Lagipula sifatnya dalah restrukturisasi atau penataan kembali suatu masyarakat menurut hukum ilahi.

       Apa yang telah dikemukakan diatas mengandung makna kemungkinan adanya system politik islami dalam sebuah negara dan dalam masyarakat non-negara. Yang terakhir ini terlihat dalam sejarah islam sebelum hijrah. Oleh karena itu, kendatipun wujud ideal (yang dicita-citakan) sebuah system politik islami adalah sebuah negara, tetapi pembicaraan tentang system politik islami dapat terlepas dari konteks (bagian uraian, yang ada hubungannya dengan) kenegaraan yakni konteks kemasyarakatan yang dapat dipandang sebagai sub system politik.

       Dalam sub system politik ini, hukum-hukum Allah dapat ditegakkan meskipun dalam ruang lingkup yang terbatas sesuai dengan kemampuan sebagai persiapan pembentukan masyarakat mukmin yang siap menjalankan hukum islam dan ajaran agama. Oleh karena itu, kesiapan masyarakat itu dikaitkan dengan iman dan amal sholeh. Maka diantara langkah-langkah mendasar yang harus dilakukan adalah pembaharuan, peningkatan iman dan penggalakan beramal sholeh. Untuk itu, diperlukan kajian terhadap Al-Qur’an dan Al-Hadits, pemasyarakatan dan pembudayaan hasil-hasil kajian  itu (Abd Muin Salim, 1994: 295, 296).

       Selanjutnya, perlu dikemukakan bahwa konsep system politik islam adalah konsep politik yang bersifat majemuk. Sebabnya, karena system politik islam lahir dari pemahaman atau penafsiran seseorang terhadap Al-Qur’an berdasarkan kondisi kesejarahan dan konteks persoalan masyarakat para pemikir politik. Namun demikian, adalah naïf (tidak masuk akal) kalau ada pendapat yang mengatakan bahwa islam yang telah membuat sejarah selama lima belas abad tidak mempunyai system politik hasil pemikiran para ahlinya. Dalam kepustakaan dapat dijumpai pemikiran politik yang dikembangkan oleh golongan Khawarij, Syi’ah dan Mu’tazilah. Dikalangan Sunni terdapat juga pemikiran politik, baik dizaman klasik maupun di abad pertengahan tentang proses terbentuknya negara, unsur-unsur dan sendi-sendi negara, eksistensi lembaga pemerintahan, pengangkatan kepala negara, syarat-syarat (menjadi) kepala negra, tujuan dan tugas pemerintahan, pemberhentian kepala negara, sumber kekuasaan dan bentuk pemerintahan.
Read More »